Jakarta, Semangatnews.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menjadi sorotan publik setelah sebuah momen pertemuan dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy M. Ramdan viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, Basuki terlihat masih setia memakai handphone model lawas, menarik simpati sekaligus canda netizen.
Video singkat itu menunjukkan Basuki tengah berbincang serius dengan Teddy, namun yang menarik perhatian publik bukan hanya isi pembicaraan, melainkan ponsel yang digunakan Basuki. Ia terlihat menggunakan ponsel tipe klasik yang tampak seperti model dari era awal 2000-an, berbeda dengan gawai canggih yang biasa dipakai pejabat tinggi saat ini.
Momen itu sontak mengundang komentar dari netizen. Banyak yang memuji kesederhanaan Basuki, yang memilih ponsel sederhana dibandingkan perangkat modern berfitur lengkap. Unggahan yang kini viral itu menjadi bahan perbincangan di berbagai platform, dari Twitter hingga TikTok.
Beberapa pengguna media sosial menulis bahwa pilihan ponsel Basuki mencerminkan gaya hidup sederhana dan fokus pada fungsi dasar, bukan tren teknologi terbaru. “Beliau tetap setia pada apa yang fungsional. Itu inspiratif,” tulis salah satu komentar netizen.
Namun ada pula yang bercanda bahwa Basuki mungkin sedang “mode hemat baterai” atau tidak ingin “hilang fokus” oleh notifikasi gawai pintar yang ramai. Canda tawa di kolom komentar menunjukkan bahwa momen sederhana ini membawa hiburan tersendiri bagi publik digital.
Basuki sendiri belum memberikan komentar resmi ihwal ponsel yang digunakannya, namun pihak Kementerian PUPR mengatakan bahwa menteri memang memilih perangkat tersebut karena alasan praktis. Menurut stafnya, Basuki lebih sering berkomunikasi langsung dan menggunakan ponsel itu hanya untuk panggilan dan pesan teks penting.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy M. Ramdan tampak santai dalam pertemuan tersebut dan tidak menanggapi sorotan media sosial soal ponsel Basuki. Teddy diketahui kerap menggunakan perangkat modern dalam aktivitas kesehariannya, namun dalam video itu ia beberapa kali terlihat meminjam ponsel Basuki untuk melihat sesuatu.
Rekaman singkat itu menunjukkan Basuki dan Teddy sedang berdiskusi soal salah satu proyek infrastruktur strategis nasional. Diskusi berjalan serius dan profesional, meski di sela-selanya terlihat gelak tawa ringan dari kedua pejabat.
Beberapa pengamat media sosial menilai viralnya momen Basuki ini menunjukkan bagaimana hal kecil dalam kehidupan pejabat dapat menjadi daya tarik dan sumber percakapan publik. Tidak sedikit pihak yang mengapresiasi bahwa pejabat negara tetap menunjukkan sisi manusiawi mereka.
Fenomena perangkat jadul di kalangan pejabat bukan hal biasa, namun di luar negeri ada beberapa tokoh publik yang juga dikenal setia pada ponsel sederhana demi alasan privasi atau konsentrasi. Basuki kini jadi perbandingan lokal yang menarik di tengah tren gadget mutakhir.
Netizen juga membandingkan pilihan perangkat Basuki dengan gaya pejabat lain yang sering tampil dengan gawai terbaru. Beberapa komentar menyebutkan bahwa gaya sederhana tersebut bisa menjadi contoh bahwa fungsi komunikasi lebih penting dibandingkan sekadar mengikuti tren teknologi.
Terlepas dari komentar jenaka dan apresiasi netizen, momen ini juga memantik diskusi lebih luas tentang hubungan antara figur publik, teknologi, dan ekspektasi masyarakat. Kadang hal kecil benar-benar bisa mengundang perhatian besar di era digital.
Viralnya video Basuki dan ponsel jadulnya menjadi bukti bahwa di tengah arus konten media sosial yang cepat, sekali pun hal sederhana dapat menjadi fenomena yang menarik dan mengundang percakapan luas di ruang publik.(*)
