BEI Buka Suara Soal Anjloknya IHSG, Isu Perubahan Free Float MSCI Jadi Sorotan

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak anjlok pada perdagangan Senin (27/10/2025) dan menimbulkan kepanikan di kalangan investor. Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya angkat bicara mengenai penyebab utama kejatuhan mendadak tersebut yang disebut dipicu oleh faktor eksternal dan teknis global.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa bursa telah berkoordinasi dengan pihak internasional, termasuk Morgan Stanley Capital International (MSCI), terkait potensi perubahan metodologi dalam penghitungan free float saham di Indonesia.

Menurut Jeffrey, MSCI tengah mengkaji rencana untuk menggunakan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam menghitung free float mulai tahun 2026 mendatang. Hal ini memicu kekhawatiran pasar karena berpotensi mengubah bobot saham Indonesia dalam indeks global.

“Hingga kini kami telah berdiskusi dengan MSCI agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kepanikan. Kami memastikan koordinasi terus berjalan,” ujar Jeffrey.

IHSG sempat anjlok lebih dari 3 persen dan turun hingga ke level 7.993 sebelum akhirnya pulih ke kisaran 8.117 pada penutupan perdagangan. Fluktuasi ini menjadi yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir.

Analis menilai, kejatuhan IHSG kali ini lebih disebabkan oleh reaksi pasar terhadap wacana rebalancing MSCI yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Beberapa saham besar dikhawatirkan akan terimbas pengurangan bobot sehingga memicu aksi jual serentak.

Selain faktor MSCI, kondisi global seperti inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen investor. Tekanan jual pun meluas di hampir seluruh sektor saham.

Pihak BEI memastikan tidak ada masalah teknis di sistem perdagangan. Semua transaksi berjalan normal dan terpantau secara real-time. Mereka menegaskan bahwa pergerakan pasar murni disebabkan oleh sentimen eksternal dan dinamika global.

Pemerintah dan otoritas keuangan terus memantau perkembangan pasar. BEI juga berencana memperkuat komunikasi dengan pelaku industri serta memperluas edukasi bagi investor agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi.

Meski volatilitas tinggi, BEI menilai kondisi pasar masih dalam batas wajar. Bursa berharap investor tetap rasional dan menjadikan momen koreksi ini sebagai waktu untuk melakukan evaluasi portofolio jangka panjang.

Dengan langkah antisipatif yang dilakukan, BEI optimistis kepercayaan pasar akan kembali pulih dalam waktu dekat dan IHSG dapat kembali stabil di atas level psikologis 8.000.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.