Jakarta, Semangatnews.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia mengerahkan belasan ribu personel ke sejumlah wilayah di Pulau Sumatera untuk membantu proses pemulihan pascabencana alam yang melanda beberapa provinsi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana.
Pengerahan personel tersebut disampaikan oleh Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi, Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Fadil Imran. Ia menegaskan bahwa keterlibatan Polri tidak hanya terbatas pada fase tanggap darurat, tetapi juga mencakup pemulihan jangka menengah dan panjang.
Menurut Fadil, bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah daerah Sumatera menimbulkan dampak luas, baik terhadap kehidupan sosial masyarakat maupun infrastruktur publik. Karena itu, diperlukan dukungan personel yang cukup besar agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
Wilayah Aceh menjadi salah satu daerah dengan jumlah personel terbanyak yang dikerahkan. Ribuan anggota Polri ditempatkan di berbagai titik terdampak untuk membantu evakuasi warga, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta pengamanan lokasi pengungsian.
Di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, personel Polri juga disiagakan untuk mendukung pembersihan material bencana, membuka akses jalan yang sempat terputus, serta membantu pemulihan layanan publik yang terganggu akibat banjir dan longsor.
Selain personel reguler, Polri turut mengerahkan tim khusus seperti Disaster Victim Identification atau DVI untuk membantu proses identifikasi korban. Tim medis dan kesehatan juga disiagakan guna memberikan pelayanan kepada warga terdampak, khususnya kelompok rentan.
Polri turut memanfaatkan peralatan pendukung seperti kendaraan taktis, alat berat, serta sarana komunikasi darurat untuk memastikan koordinasi di lapangan tetap berjalan meski sejumlah wilayah mengalami gangguan jaringan.
Dapur umum dan posko bantuan turut didirikan di beberapa lokasi pengungsian. Personel Polri bersama relawan dan instansi terkait menyiapkan makanan, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Kehadiran aparat kepolisian di lapangan juga berfungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pengamanan dilakukan untuk mencegah potensi gangguan, sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Upaya pemulihan ini dilakukan secara terpadu bersama TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pemerintah daerah, serta relawan kemanusiaan. Sinergi lintas lembaga dinilai menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana.
Sejumlah pemerintah daerah menyambut positif langkah Polri tersebut. Kehadiran ribuan personel dinilai sangat membantu masyarakat dalam menghadapi masa sulit serta mempercepat kembalinya aktivitas warga secara bertahap.
Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat hingga kondisi di wilayah terdampak benar-benar pulih. Dukungan personel dan sarana akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.(*)
