Berani di Tengah Api: Kapolsek Kemayoran Terluka Saat Selamatkan Korban Kebakaran Terra Drone

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Sebuah tragedi hebat mengguncang Ibu Kota pada Selasa siang ketika gedung milik Terra Drone di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dilalap api. Di tengah kepanikan, muncul tindakan heroik dari Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, yang rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan orang lain. Namun nyatanya, ia justru menjadi korban setelah terluka saat membantu proses evakuasi.

Kebakaran dilaporkan pertama kali sekitar pukul 12.40 WIB di lantai dasar gedung Terra Drone. Api diduga berasal dari baterai drone yang sedang diisi daya, sebelum dengan cepat membesar dan menjalar ke lantai atas. Asap pekat memenuhi ruangan dan menjebak para pegawai yang sedang bekerja.

Saat petugas pemadam kebakaran dan aparat kepolisian tiba di lokasi, situasi sudah sangat kacau. Puluhan orang berlarian mencoba menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya terjebak oleh asap tebal. Dalam kondisi genting itu, Kompol Agung langsung turun tangan mengevakuasi para korban dari gedung.

Namun musibah terjadi ketika petugas memecahkan kaca besar di salah satu sisi gedung untuk membuka ventilasi. Pecahan kaca yang jatuh mengenai tangan kiri Kompol Agung hingga membuatnya terluka dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Aksi heroik sang Kapolsek menjadi sorotan banyak pihak. Kapolres Metro Jakarta Pusat memberikan apresiasi atas keberanian dan komitmennya dalam menolong warga di tengah kondisi berbahaya. Ia menegaskan bahwa keberanian tersebut mencerminkan dedikasi aparat terhadap keselamatan publik.

Meski upaya penyelamatan telah dilakukan maksimal, jumlah korban jiwa tetap tinggi. Sebanyak 22 orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut, termasuk seorang wanita hamil. Mayoritas korban merupakan pegawai yang bekerja di dalam gedung saat kebakaran terjadi.

Sebanyak 19 orang berhasil diselamatkan, meski beberapa di antaranya mengalami luka dan trauma. Petugas gabungan terus melakukan penyisiran gedung hingga malam hari untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal. Setelah pemeriksaan menyeluruh, gedung akhirnya dinyatakan kosong.

Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting baterai drone. Namun polisi tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut termasuk pemeriksaan forensik terhadap seluruh area gedung, jalur evakuasi, serta kondisi tangga darurat yang disebut sangat sempit.

Sementara itu, keluarga korban terus berdatangan ke posko identifikasi di RS Polri Kramat Jati. Suasana haru mewarnai setiap sudut, dengan tangis, pelukan, dan doa dari keluarga yang menanti kepastian nasib orang terdekat mereka.

Bagi banyak pihak, kejadian ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya standar keselamatan dalam gedung perkantoran bertingkat, terutama di perusahaan yang menggunakan perangkat berdaya besar seperti baterai drone. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dinilai harus segera dilakukan.

Pihak kepolisian berjanji memberikan pendampingan penuh bagi keluarga korban. Mereka juga memastikan penyelidikan akan dilakukan secara transparan untuk mengungkap penyebab dan pihak yang bertanggung jawab. Setiap perkembangan kasus akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat.

Aksi heroik Kompol Agung, meski berakhir dengan luka, menjadi simbol kemanusiaan di tengah tragedi. Keberaniannya mengingatkan bahwa di balik setiap musibah, selalu ada sosok-sosok yang rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan orang lain. Namun peristiwa ini juga menjadi pembelajaran pahit bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas mutlak agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.