Berhasil Buang Image Racun, Tubo, Kemiskinan, Pessel Jadi Daerah Maju dan Terbuka

oleh -

Berhasil Buang Image Racun, Tubo, Kemiskinan, Pessel Jadi Daerah Maju dan Terbuka

Sebuah Catatan Nasrul Abit.

Semangatnews.com – Tak dapat dipungkiri perihal perjuangan sosok Nasrul Abit selama 15 tahun membangun Kabupaten Pesisir Selatan sebagai daerah sejuta pesona menjadi daerah kabupaten layak kunjung bagi semua orang.

Kedigdayaan Nasrul Abit menjadi orang nomor satu di kabupaten Pesisir Selatan selama satu dekade menjadikan daerah pesisir dengan luas 5.749,89 km² dan secara geografis berada sebelah utara berbatasan dengan Kota Padang, sebelah timur dengan Kabupaten Solok dan Provinsi Jambi, sebelah selatan Provinsi Bengkulu dan sebelah barat Samudera Indonesia.

Lihatlah betapa meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke daerah Pesisir Selatan yang secara priodik terus berkembang dengan pesat. Kemudian kepadatan arus lalu lintas sebagai salah satu “penanda” bahwa pertumbuhan ekonomi daerah cendrung tumbuh dan berkembang secara signifikan.

Kabupaten Pesisir Selatan yang terletak di pinggir pantai, dengan garis pantai sepanjang 218 kilometer Topografinya terdiri dari dataran, gunung dan perbukitan yang merupakan perpanjangan gugusan bukit barisan. Berdasarkan penggunaan lahan, 45,29 persen wilayah terdiri dari hutan, termasuk kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Cagar Alam Koto XI Tarusan, dan rawa gambut.

Sebuah catatan semangatnews.com,perkembangan jumlah kunjungan orang datang ke Pessel saat ini telah memberikan gambaran positif sebagai kemajuan pelaksanaan pembangunan dan ekonomi yang benar dan telah dirasakan masyarakat dengan baik.

Perjuangan 15 tahun mengabdikan sebagai Wakil Bupati bersama periode kedua Bupati Dasrizal Basir (2000-2005) dan 10 tahun menjabat Bupati (2005-2015) Nasrul Abit telah memberi arti penting berhasil merobah mainset dan image Pessel yang dahulu daerah tertinggal, miskin, terbelakang penuh tubo dan racun, hingga hari ini menjadi maju dan terbuka.

Nasrul Abit merupakan salah satu putra terbaik Pesisir Selatan yang mampu membanggakan Sumatera Barat, kenapa tidak, didasari atas rasa kecintaan memajukan daerah, Pesisir Selatan saat ini dikenal banyak orang, baik regoinal, nasional bahkan dunia internasional.

Dimulai dengan perhatian terhadap pembanguan pendidikan, sekolah-sekolah disetiap nagari, perhatian pelayanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur jalan, penataan wilayah, pemekaran nagari menjadi kekuatan besar Pessel menjadi lebih terbuka dan gerbong masyarakat yang sebelum tahun 2000 an ini diam tertutup kemudian bergerak arah berkemajuan.

Persoalan-persoalan kondisi perkembangan daerah yang dialami masyarakat juga terangkat menjadi pembicaraan hangat di kalangan media, mulai dari jalan, sarana prasarana pendidikan, rumah tak layak huni hingga jembatan gantung yang rusak, sehingga ada beberapa siswa SD bergantungan menyebrangi sungai menjadi viral dan trending topic.

Sosok Nasrul Abit tidak panik, ia semakin keras berkerja bersama perangkat daerah, lakukan pendekatan dengan pemerintah provinsi hingga ke pemerintah pusat. Kepada para perantau dan investor lainnya mengajak ikut serta memajukan pembangunan Pesisir Selatan untuk keluar dari daerah tertinggal.

Ketika bencana gempa bumi 2007 lalu kabupaten Pesisir Selatan berduka hebat ada korban jiwa, rumah-rumah penduduk hancur dan rusak. Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono dan ibu Ani datang menyaksikan langsung ke lapangan, ikut berduka.

Disisi lain SBY dan Buk Any memuji dan senang, apa-apa yang telah dilakukan sosok Nasrul Abit bersama masyarakat dalam membangun dan memajukan Pesisir Selatan daerah wisata sejuta pesona. (ss/fr/mh)