Semangat Padang-Masyarakat Sumatera Barat harus mulai menerapkan transaksi dengan metode non tunai yang lebih efektif dan efisien dibanding transaksi tunai. Ajakan dimaksud disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ketika membuka Karnaval Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sumatera Barat di halaman Stadion Haji Agus Salim Padang, Minggu (1/10/2017).
Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, transaksi keuangan non tunai menjadi keniscayaan untuk diterapkan, seiring perkembangan teknologi. Transaksi non tunai memiliki manfaat besar. Diantaranya, lebih praktis, dan menjauhkan masyarakat dari kemungkinan tindak kejahatan pencopetan.
“Ibu atau bapak bisa kirim uang untuk anak yang kuliah di luar kota hanya dengan transfer melalui telepon genggam. Bisa sambil tiduran, dalam hitungan detik uang sudah terkirim. Tidak perlu ribet bawa uang tunai kalau belanja, tinggal gesek pakai kartu kredit atau debit. Kita dimudahkan,” ungkapnya.
Irwan menjelaskan, saat ini seluruh pemerintah daerah di Sumatera Barat telah berkomitmen untuk merealisasikan non tunai dalam setiap penggelolaan ataupun transaksi keuangan. Sesuai kesepakatan, pelaksanaan non tunai di lingkungan pemerintahan di Sumatera Barat diberlakukan mulai 1 Januari 2018.
“Seluruh penggelolaan keuangan di pemerintahan tidak boleh lagi menggunakan uang tunai. Seperti pembayaran gaji dan tunjangan, sampai pembayaran proyek-proyek pemerintahan pada pihak ketiga. Kami di lingkungan Pemprov Sumatera Barat sudah memulai bulan ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala KPwBI Sumatera Barat Endy Dwi Tjahjono mengatakan, GNNT mulai digencarkan pada pertengahan Agustus 2014. Saat ini jumlah masyarakat yang melakukan transaksi non tunai mulai tumbuh masif. Untuk itu, perbankan yang telah memiliki produk non tunai, seperti uang elektronik, juga harus gencar melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat.
“Betapa mudahnya transaksi non tunai. Masyarakat perlu terus diedukasi agar lebih merasakan kemudahan bertransaksi non tunai,” tuturnya.
Karnaval GNNT yang digelar KPwBI Sumatera Barat diawali dengan kegiatan jalan santai. Dilanjutkan dengan pengundian hadiah hiburan, serta diramaikan dengan bazaar non tunai dari perbankan serta pelaku usaha.(*)
