Bibit Siklon Tropis 90S Mengancam, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Diprediksi Melanda Sejumlah Wilayah

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Munculnya bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia bagian barat daya Lampung menjadi sorotan utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada awal Maret 2026. Fenomena alam ini terdeteksi sejak 28 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, dan saat ini masih dalam pengawasan ketat oleh Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta karena bisa memengaruhi kondisi cuaca di wilayah selatan Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Bibit siklon tropis sendiri merupakan fase awal pertumbuhan sistem badai tropis yang memiliki tekanan rendah dan putaran angin, meskipun menurut BMKG peluangnya untuk berkembang menjadi siklon tropis utuh masih dinilai rendah dalam 24–72 jam ke depan. Namun, keberadaannya tetap membawa dampak tidak langsung terhadap pola cuaca regional.

Salah satu dampak utama adalah potensi hujan lebat di sejumlah daerah Indonesia, terutama wilayah selatan dan barat. Fenomena ini sudah mulai terlihat dengan meningkatnya pembentukan awan hujan akibat sirkulasi udara dari bibit siklon di Samudra Hindia, yang mengakibatkan massa udara basah bergerak ke arah daratan.

BMKG memperkirakan hujan deras hingga sangat lebat berpotensi terjadi di beberapa propinsi, termasuk Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, serta di wilayah selatan Jawa dan Bali dalam 24 hingga 72 jam. Masyarakat di daerah-daerah ini diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan banjir lokal dan genangan yang bisa muncul akibat curah hujan tinggi.

Selain itu, gelombang laut tinggi diprediksi muncul di perairan selatan Jawa dan Samudra Hindia bagian barat Lampung. Tinggi gelombang diperkirakan bisa mencapai kategori sedang hingga tinggi, sehingga kapal kecil dan nelayan perlu menghindari aktivitas di laut dalam periode ini.

Wilayah pesisir khususnya di selatan Pulau Jawa menjadi fokus peringatan karena gelombang tinggi juga berpotensi berdampak pada aktivitas wisata dan pelayaran. Nelayan diimbau untuk mengikuti informasi cuaca secara berkala dan menunda perjalanan laut jika kondisi cuaca memburuk.

Fenomena bibit siklon tidak hanya memengaruhi kondisi hujan, tetapi juga berinteraksi dengan dinamika atmosfer lain seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) yang tengah memasuki fase aktif. Kondisi ini memperkuat sirkulasi atmosfer dan dapat memperluas area terjadinya hujan lebat di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, prakiraan cuaca menunjukkan peningkatan jumlah titik hujan, yang dalam beberapa hari terakhir sudah mulai terasa oleh masyarakat. Hujan disertai kilat dan angin kencang juga berpotensi terjadi secara sporadis di beberapa kabupaten.

BMKG menyatakan bahwa meskipun bibit siklon 90S belum menjadi sistem badai tropis yang kuat, kewaspadaan tetap diperlukan terutama terhadap dampak hujan ekstrem yang bisa memicu banjir dan tanah longsor di daerah berbukit serta banjir lokal di daerah datar.

Prediksi cuaca BMKG lagi-lagi menunjukkan bahwa sebagian besar Pulau Jawa, Sumatera bagian selatan, dan Bali akan mengalami tekanan cuaca lembap dengan potensi hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat dihimbau untuk selalu memantau informasi terbaru dari BMKG.

Peringatan dini ini hadir di saat musim hujan masih berlangsung, sehingga pergerakan bibit siklon tropis seperti 90S menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat umum dalam mengantisipasi kondisi ekstrem.

Dengan cuaca yang masih dinamis, petugas BPBD dan instansi terkait di daerah-daerah rawan bencana hidrometeorologi terus diingatkan untuk siaga, serta memperkuat koordinasi dalam penanganan potensi bencana akibat intensitas hujan dan gelombang laut tinggi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.