Bitcoin Anjlok di Bawah USD 72.000, Negosiasi AS-Iran Gagal Picu Kepanikan Pasar

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan signifikan setelah pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan. Kondisi ini langsung berdampak pada sentimen pasar kripto global.

Pada perdagangan terbaru, Bitcoin dilaporkan turun hingga di bawah level USD 72.000, setelah sebelumnya sempat menguat mendekati USD 74.000 akibat optimisme awal terhadap negosiasi kedua negara.

Penurunan ini terjadi setelah perundingan yang berlangsung selama berjam-jam berakhir tanpa hasil konkret. Ketidakpastian tersebut membuat investor kembali bersikap hati-hati.

Pasar kripto yang sangat sensitif terhadap isu geopolitik langsung merespons negatif. Investor cenderung menarik dana dari aset berisiko saat ketegangan global meningkat.

Sebelumnya, Bitcoin sempat menguat signifikan ketika muncul kabar adanya potensi gencatan senjata antara kedua negara. Namun, sentimen positif itu tidak bertahan lama.

Kegagalan negosiasi membuat volatilitas pasar meningkat, dengan harga Bitcoin kembali terkoreksi dalam waktu singkat.

Analis menyebut bahwa pergerakan ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global, terutama konflik geopolitik.

Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto lain juga ikut mengalami penurunan, mencerminkan tekanan yang merata di pasar.

Ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah, khususnya di kawasan strategis seperti Selat Hormuz, turut memperburuk sentimen investor.

Jika ketegangan terus berlanjut, Bitcoin berpotensi mengalami tekanan lanjutan dan menguji level support yang lebih rendah.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar kini menunggu perkembangan lanjutan negosiasi AS-Iran sebagai faktor utama yang akan menentukan arah harga kripto dalam waktu dekat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.