Jakarta, Semangatnews.com – Biznet menyambut momen seperempat abad operasinya dengan memperluas jaringan internet ke area-area terpencil di Kalimantan. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menjangkau wilayah yang sebelumnya minim akses digital.
Seiring kemajuan teknologi dan meningkatnya kebutuhan pengguna akan koneksi cepat, Biznet melihat peluang besar di kawasan Kalimantan — khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Barat yang selama ini tertinggal dalam layanan infrastruktur.
Perluasan ini mencakup pemasangan serat optik hingga pinggiran kota dan desa, serta peningkatan kapasitas backbone agar koneksi stabil meski jarak antar-node cukup jauh.
Tim teknik Biznet bekerja keras menghadapi tantangan geografis: kondisi lahan berlumpur, hutan lebat, hingga sungai besar harus dijangkau agar jaringan bisa tersambung tanpa kehilangan performa.
Menurut Direktur Operasi, ekspansi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menyamaratakan akses digital di seluruh wilayah Indonesia, tanpa kecuali pulau Kalimantan.
Sebelumnya Biznet sudah unggul di kota-kota besar, tetapi penetrasi hingga perbatasan menunjukkan keberanian perusahaan untuk tak lagi bergantung pasar urban saja.
Perluasan jaringan itu juga mendapat sambutan positif dari masyarakat lokal, sebagian dari mereka kini bisa menikmati kecepatan internet yang jauh lebih baik untuk kebutuhan belajar, kerja, dan hiburan.
Usaha pendidikan dan pelatihan digital pun turut mendapat manfaat besar — kini siswa di desa punya peluang lebih sama dengan rekan-rekannya di kota besar untuk mengakses kelas daring dan konten edukatif.
Namun, tak sedikit kendala yang muncul: perizinan wilayah, hambatan infrastruktur lokal, dan pemeliharaan jaringan di area yang sulit dijangkau menjadi tantangan berkepanjangan.
Biznet menyebut bahwa solusi kreatif seperti pemancar mini dan peralatan reverse link akan digunakan agar koneksi tetap terjaga di area sulit.
Dengan langkah ini, Biznet berharap Kalimantan bisa makin terkoneksi secara digital, memperkuat ekosistem ekonomi — dari UMKM lokal hingga kolaborasi bisnis antar pulau — dan turut mendorong pemerataan akses teknologi.(*)
