Jakarta, Semangatnews.com – Di tengah deretan kios dan trotoar ramai Blok M, muncul tren kuliner kaki lima yang viral dan langsung mencuri perhatian warganet. Potongan video TikTok memperlihatkan tumpukan jajanan unik dengan tekstur menggoda, dan kata “nagih” langsung melekat di kalangan pecinta kuliner.
Menu-menu viral itu tampak disajikan apik: warna-warni saus, potongan topping menarik, dan tampilan yang pas untuk konten media sosial. Beberapa pedagang sengaja menata gerainya agar setiap sudutnya cocok sebagai latar foto atau video, demi menarik pengunjung muda milenial.
Salah satu jajanan yang banyak dicoba adalah varian “telur gulung modal viral” dengan kombinasi keju, saus pedas manis, serta taburan rempah unik. Teksturnya renyah di luar, lembut di dalam—bahkan setelah beberapa menit, tetap menarik untuk digigit ulang.
Ada juga minuman viral yang jadi pendamping wajib: perpaduan milkshake kekinian dengan boba dan taburan cokelat crunchy. Minuman ini sering muncul di timeline TikTok dengan caption “blow my mind” atau “sepintas cuma minum, ternyata sensasi baru”.
Pedagang kaki lima yang menjual jajanan ini kerap didukung oleh kuota digital. Mereka mempromosikan usaha lewat video durasi pendek, memancing rasa penasaran warga kota. Sehari dua hari sejak posting, antrean pengunjung sudah mengular.
Beberapa pembeli menyebut bahwa rasa yang “kurang bumbu” atau “kurang unik” sulit untuk viral. Jadi pedagang viral ini tampaknya sudah menemukan formula yang ideal: rasa kuat, estetika menarik, serta harga terjangkau agar pembelian spontan tetap terasa ringan.
Meski viral, sebagian pedagang mengaku produksi terbatas—karena bahan impor atau topping khusus sulit didapat dalam jumlah banyak. Mereka membuka pesan melalui aplikasi chat agar stok tak habis terlalu cepat.
Antrean pembeli terlihat sejak sore. Para remaja, pekerja kantoran yang pulang cepat, hingga pasangan muda datang untuk coba sensasi baru itu. Mereka rela mengantri hingga 20–30 menit demi satu porsi jajanan hits.
Beberapa pengunjung berbagi video unboxing jajanan tersebut di media sosial. Reaksi: “Dipotong sekali, langsung meleleh,” atau “Asli beda dari jajanan biasa, ini level up.” Komentar seperti itu makin memperkuat efek viral produk.
Bagi pelaku UMKM kuliner, fenomena ini menjadi pelajaran penting: inovasi, visual, dan strategi digital adalah kunci agar produk bisa melejit di antara puluhan kuliner kaki lima di kota besar.
Blok M pun kembali mengukuhkan dirinya sebagai pusat kuliner kreatif. Bukan hanya tempat makan lama, tetapi juga laboratorium rasa baru—tempat di mana jajanan viral bermula, jadi perbincangan, dan akhirnya bikin nagih orang banyak.(*)
