BNPB : Jumlah Korban Meninggal Akibat Banjir Jabodetabek 30 Orang

oleh -

BNPB : Jumlah Korban Meninggal Akibat Banjir Jabodetabek 30 Orang

Semangatnews, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta warga yang tinggal di daerah aliran sungai di Jakarta untuk ‘segera mengungsi’ di tengah banjir terparah yang melanda ibu kota dan sekitarnya sejak tahun 2013.

Banjir dan longsor yang melanda Jakarta dan sekitarnya serta Jawa Barat pada tahun baru menyebabkan setidaknya 30 orang meninggal dunia dan lebih dari 62.000 orang mengungsi, berdasarkan data terbaru pada Kamis (02/01/2020).

Data dari Kementerian Sosial menyebutkan korban meninggal termasuk tenggelam dan terseret banjir di Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang dan terkena longsor di Depok.

Setelah berkunjung ke lokasi pintu air di Manggarai, Doni mengingatkan seluruh masyarakat yang masih berada di sepanjang daerah aliran sungai untuk segera mengungsi.

“Sebagaimana data yang sudah disampaikan BMKG curah hujan tinggi maka kawasan ini harus segera dikosongkan, jangan biarkan saudara kita masih bertahan di daerah-daerah yang jaraknya dengan bibir sungai sangat dekat karena tiba-tiba saja air bah bisa datang dan tidak ada kesempatan untuk menyelamatkan diri,” kata Doni.

Sementara juru bicara BNPB, Agus Wibowo menyebutkan seperti dikutip sejumlah media bahwa lebih 62.000 orang yang diungsikan berada di ibu kota Jakarta saja, meningkat dua kali lipat dibandingkan Rabu (01/01).

Data dari BNPB juga menyebutkan tinggi permukaan air di sejumlah tempat di Jakarta sangat tinggi, termasuk di Manggarai dengan ketinggian air mencapai 750 sentimeter pada Kamis (02/01).

Puluhan ribu orang diungsikan ke tempat-tempat penampungan sementara di ibu kota dengan menggunakan perahu karet dalam banjir terparah sejak 2013 ini.

Gambar-gambar dari sejumlah tempat dari 41 titik yang tergenang di ibu kota menunjukkan rumah-rumah terendam sampai atap rumah dan mobil-mobil terseret arus banjir.

Curah hujan tinggi yang melanda Jakarta dan sekitarnya, menurut BMKG, baru akan mencapai puncaknya pada pertengahan Januari dan berlangsung sampai awal Maret.

Sejumlah warga Jakarta menanti bantuan untuk diungsikan dan menunggu di atap rumah mereka di tengah air banjir yang naik. (kompas)