Bos Pertamina Buka Suara soal Kapal di Timur Tengah, Keselamatan Kru Jadi Prioritas

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan kondisi terbaru armada kapal milik perusahaan yang saat ini beroperasi di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di wilayah tersebut yang berpotensi memengaruhi jalur distribusi energi global.

Menurut Simon, terdapat empat kapal milik Pertamina yang beroperasi di kawasan sekitar Selat Hormuz. Jalur laut ini dikenal sebagai salah satu rute pengiriman minyak paling vital di dunia.

Dari jumlah tersebut, dua kapal diketahui telah bergerak menjauh dari area yang dianggap paling rawan. Kedua kapal itu adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon yang sebelumnya berada di sekitar kawasan Teluk Arab.

Sementara itu, dua kapal lainnya masih berada di dalam kawasan teluk yang berdekatan dengan Selat Hormuz. Kapal tersebut adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro yang hingga kini tetap dipantau secara intensif oleh perusahaan.

Simon menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh awak kapal serta keamanan muatan yang dibawa. Hal tersebut menjadi perhatian utama mengingat situasi kawasan yang masih berkembang.

Pertamina melalui anak usahanya di sektor pelayaran juga terus melakukan pemantauan secara real time terhadap posisi armada mereka. Pemantauan dilakukan sepanjang waktu untuk memastikan kondisi kapal dan kru tetap aman.

Langkah pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan di jalur pelayaran internasional. Kawasan Selat Hormuz memang sering menjadi titik sensitif ketika konflik geopolitik meningkat.

Selain pemantauan teknis, perusahaan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan keselamatan pelayaran tetap terjaga. Koordinasi dilakukan dengan otoritas pelayaran internasional serta pihak keamanan setempat.

Situasi di Timur Tengah saat ini memang mendapat perhatian khusus dari banyak perusahaan energi dunia. Ketegangan regional dapat memengaruhi distribusi minyak dan gas ke berbagai negara.

Meski demikian, Pertamina memastikan operasional perusahaan tetap berjalan dengan memperhatikan standar keselamatan yang ketat. Setiap perkembangan situasi di kawasan tersebut terus dipantau secara intensif.

Dengan langkah pengawasan dan mitigasi risiko yang dilakukan, perusahaan berharap aktivitas pelayaran energi tetap berjalan lancar tanpa mengganggu pasokan energi bagi Indonesia.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.