Bukan Perpres Publisher Right, Tetapi Tata Ulang Pers Indonesia Dengan Perpu

by -

Bukan Perpres Publisher Right, Tetapi Tata Ulang Pers Indonesia Dengan Perpu

SEMANGATNEWS.COM, JAKARTA- INI cerita tentang ibarat seorang ibu bernama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Ia berusaha menyelamatkan hidup anak-anaknya, yang sedang menghadapi ancaman. Ada 2.000 lebih media start up dan media kecil yang dinaungi bernama Serikat Media Siber Indonesia.
Ketum SMSI Firdaus mereview cikal bakal lahirnya SMSI yang dibidani PWI. Ini sejarah yang tidak boleh dilupakan. Tapi SMSI bukanlah PWI dan PWI bukanlah SMSI, lantaran sudah berbeda isi dan kulit. PWI lebih berorientasi pada anggota, sementara SMSI menyatukan Perusahaan yang mengelola Media online. Bicara SMSI yang bicara perusahaan meskipun di dalamnya ada anggota PWI sebagai pengelolanya.

Dikatakan, meskipun SMSI seringkali dianggap kecil dan hanya sebagai komoditas alias alat tawar-menawar, di era revolusi informasi ini, konsep besar dan kecil telah bergeser, media besar dan kecil sama-sama punya hak hidup.

Sekarang ini terdapat perubahan perilaku. Masyarakat menjadi yang memproduksi informasi, bahkan kemudian mengubah media menjadi konsumen. Hal ini mengindikasikan bahwa media yang tidak beradaptasi akan tertinggal.

Dengan bergesernya peran media, kemudian diperparah dengan lahirnya konsep Perpres tentang Publisher Right yang menjadi ancaman terhadap kemerdekaan pers dan bisnis ribuan media start up.

Perpres tersebut tampaknya lebih melindungi media arus utama dan para pemegang kepentingan besar, sehingga mengancam eksistensi media start up dan mengurangi esensi media sebagai pilar keempat.

“Negara ini sedang tidak baik-baik saja. Negara ini sakit karena persnya sakit. Penting adanya penataan ulang,” demikian suara yang menggema seperti terlontar dalam Rakernas SMSI di Ancol, Jakarta Utara, Senin (18/2/2024) malam yang dibuka oleh Ketua Umum SMSI pusat Firdaus.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.