Bukan Sekadar Ikan Hias, 1.300 Spesies Ikan Air Tawar Indonesia Simpan Potensi Genetik

by

Jakarta, Semangatnews.com – Sekitar 1.300 spesies ikan air tawar menjadi bagian dari kekayaan biodiversitas Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya sumber daya genetik yang dapat mendukung pengembangan industri ikan hias sekaligus kegiatan penelitian dan pemuliaan.

Di antara kekayaan tersebut terdapat sejumlah ikan yang populer di pasar ikan hias, seperti arwana, rainbow fish, rasbora, wild betta, dan botia. Berbagai jenis tersebut memiliki karakter dan potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui teknologi budidaya.

Peneliti BRIN Eni Kusrini mengatakan biodiversitas ikan dapat dipandang sebagai bank gen alami. Keberagaman genetik tersebut menyediakan sumber variasi yang penting dalam upaya menghasilkan varietas dengan karakter tertentu.

Pembahasan mengenai potensi tersebut mengemuka dalam Webinar Nasional Aquatalk #11 bertajuk “Masa Depan Industri Ikan Hias Indonesia: Biodiversitas, Inovasi, Pasar Global, dan Penguatan Kelembagaan”. Forum ini mempertemukan pembahasan mengenai riset, inovasi, pasar, serta penguatan kelembagaan industri ikan hias.

Salah satu tantangan yang perlu diperhatikan adalah masih adanya ikan hias yang diperoleh langsung dari alam. Pemanfaatan seperti ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional sehingga diperlukan strategi agar pemanfaatan tidak mengganggu keberlanjutan sumber daya.

Riset mengenai domestikasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan. Ikan yang berhasil didomestikasi kemudian dapat melalui tahapan seleksi dan pemuliaan untuk mendapatkan karakter yang sesuai dengan kebutuhan budidaya dan pasar.

Program pemuliaan juga membutuhkan waktu yang panjang. Proses tersebut mencakup eksplorasi sumber daya genetik, domestikasi, karakterisasi, seleksi, pemuliaan hingga menghasilkan benih atau strain yang memiliki nilai tambah.

Teknologi genetika molekuler dan genomik kini turut memberikan peluang bagi proses tersebut. Penggunaan marka DNA, SNP, GWAS, transcriptomics, dan genomic selection dapat membantu peneliti memahami variasi genetik serta menentukan karakter yang akan dipertahankan.

Di sisi lain, pemanfaatan biodiversitas harus tetap disertai langkah konservasi. Pengelolaan melalui konservasi in-situ dan ex-situ diperlukan agar sumber daya genetik tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, tetapi juga tetap tersedia untuk generasi berikutnya.

Pendekatan tersebut juga membutuhkan dokumentasi dan pengelolaan data genetik yang baik. Data mengenai spesies dan karakter genetik dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan serta mendukung program pemuliaan yang lebih terarah.

Dengan kekayaan sekitar 1.300 spesies, ikan air tawar Indonesia memiliki ruang pengembangan yang luas. Tantangannya adalah memastikan potensi ekonomi tersebut dikembangkan melalui riset, budidaya, dan pemuliaan tanpa mengabaikan upaya menjaga keanekaragaman hayati yang menjadi sumber kekayaan genetik tersebut.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.