Jakarta, Semangatnews.com – Jonatan Christie berhasil melewati ujian pertamanya di China Masters 2026. Tunggal putra Indonesia itu menundukkan pemain Malaysia, Leong Jun Hao, dalam pertandingan babak 32 besar di Shenzhen Arena, Selasa (1/9/2026).
Jonatan yang berstatus unggulan pertama membutuhkan waktu 44 menit untuk menyelesaikan pertandingan. Ia menang dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-19 sekaligus memastikan tempat di babak 16 besar.
Kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi Jonatan karena China Masters merupakan turnamen pertamanya setelah resmi menduduki peringkat satu dunia. Ia mencapai posisi tersebut pada 25 Agustus dengan koleksi 87.631 poin.
Pencapaian itu sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia di sektor tunggal putra. Jonatan naik dua tingkat untuk melewati Christo Popov dari Prancis dan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand dalam daftar ranking dunia.
Menghadapi Leong Jun Hao, Jonatan langsung berusaha mengontrol jalannya pertandingan. Permainan wakil Malaysia sempat memberikan tekanan, tetapi Jonatan mampu menjaga konsentrasi dan mengakhiri gim pertama dengan kemenangan 21-17.
Gim kedua menjadi ujian yang lebih berat. Perolehan angka berlangsung ketat karena Leong tidak memberikan kemenangan dengan mudah. Jonatan akhirnya berhasil mempertahankan ketenangannya dan menutup pertandingan dengan skor 21-19.
Kemenangan ini tidak hanya membuat Jonatan bertahan di China Masters. Tambahan hasil dari turnamen Super 750 tersebut juga menjadi bagian dari perjuangannya mengamankan tiket menuju BWF World Tour Finals 2026.
Jonatan sebelumnya menegaskan keinginannya untuk melangkah sejauh mungkin di China Masters. Ia juga membidik perolehan poin sebanyak-banyaknya karena persaingan menuju turnamen penutup musim masih berlangsung.
China Masters menjadi kesempatan bagi Jonatan untuk menjaga posisi sekaligus memperkuat kepercayaan diri setelah menyandang status pemain nomor satu dunia. Tekanan tentu lebih besar karena setiap pertandingan kini menjadi perhatian, terutama menghadapi pemain-pemain elite dunia.
Di sisi lain, Indonesia memang mengirimkan skuad yang relatif terbatas ke Shenzhen. Keputusan tersebut berkaitan dengan persiapan sejumlah pemain menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026, sehingga program latihan dan pemulihan atlet turut menjadi pertimbangan.
Dengan tiket babak 16 besar sudah berada di tangan, Jonatan kini memiliki peluang untuk memperpanjang langkahnya di China Masters. Tantangan berikutnya akan menjadi ujian baru bagi sang pemain nomor satu dunia dalam upayanya mengejar poin dan menjaga momentum positif di Shenzhen.(*)

