Jakarta, Semangatnews.com – Peluncuran Motor Listrik Nasional atau Molinas mendapat respons besar dari kalangan pengusaha. James Riady, bos Lippo Group, menyatakan komitmen membeli 20 ribu unit motor listrik nasional sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Informasi mengenai pembelian tersebut disampaikan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani saat acara peluncuran Molinas di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Rosan menyebut James Riady yang hadir dalam acara tersebut telah menyampaikan komitmennya untuk membeli 20 ribu unit motor listrik.
Jumlah tersebut menjadi perhatian karena pembelian dalam skala besar dapat membantu menciptakan pasar awal bagi produk kendaraan listrik nasional. Pemerintah memang tengah berupaya meningkatkan penyerapan motor listrik agar industri yang dibangun di dalam negeri memiliki pasar yang lebih kuat.
Peluncuran Molinas berlangsung di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group atau ALVA. Pemerintah menyebut ekosistem yang dibangun tidak berhenti pada satu produk motor, tetapi mencakup rantai industri yang lebih luas, mulai dari manufaktur hingga komponen dan baterai.
Rosan menilai pengembangan Molinas merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia. Menurutnya, kemampuan memproduksi kendaraan listrik beserta komponen pendukung di dalam negeri dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional.
Salah satu komponen penting yang menjadi perhatian adalah baterai. Pemerintah mendorong penggunaan baterai berbasis nikel karena Indonesia memiliki sumber daya nikel dalam jumlah besar. Strategi tersebut diharapkan membuat rantai pasok kendaraan listrik semakin terintegrasi di dalam negeri.
Potensi pasar Indonesia juga dinilai sangat menjanjikan. Rosan menyebut jumlah sepeda motor yang beredar di Indonesia mencapai sekitar 140 juta unit, tetapi penjualan motor listrik baru berkisar 60 ribu hingga 70 ribu unit per tahun. Kondisi ini memperlihatkan masih lebarnya peluang pertumbuhan kendaraan listrik roda dua.
Pemerintah pun tengah membahas berbagai langkah untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap motor listrik. Salah satu opsi yang disampaikan Rosan adalah menekan biaya uang muka pembelian kendaraan, bahkan membuka kemungkinan menghilangkan uang muka melalui skema pembiayaan tertentu.
Selain pembiayaan, pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting agar masyarakat tidak ragu beralih ke kendaraan listrik. Ekosistem Molinas mencakup pengembangan charging station dan fasilitas battery swapping sehingga penggunaan motor listrik diharapkan semakin praktis.
Dari sisi industri, pemerintah juga ingin memastikan produksi kendaraan listrik melibatkan kemampuan nasional. Saat ini disebut sudah terdapat sejumlah perusahaan nasional yang memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut.
Presiden Prabowo bahkan menargetkan peningkatan produksi secara bertahap. Setelah kelompok Indika disebut telah memproduksi 20 ribu motor listrik, Prabowo menyatakan dirinya akan kembali jika produksi mencapai 200 ribu unit dan kemudian 2 juta unit.
Komitmen James Riady membeli 20 ribu unit akhirnya menjadi salah satu momentum penting dalam peluncuran Molinas. Jika diikuti pembelian dan penggunaan secara luas oleh masyarakat, dukungan tersebut dapat menjadi awal terbentuknya pasar kendaraan listrik nasional yang lebih besar sekaligus memperkuat ambisi Indonesia membangun industri otomotif berbasis energi bersih.(*)

