Bukan Sekadar Swasembada, Amran Kejar Produksi Beras Tinggi agar Petani Makin Kaya

by

Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah kembali memperkuat strategi untuk menjaga produksi beras nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan subsidi benih padi sebagai salah satu instrumen baru untuk mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan keuntungan petani.

Program tersebut dirancang untuk memperluas penggunaan metode pertanian yang mampu menghasilkan panen lebih tinggi. Dengan dukungan benih, pemerintah berharap petani dapat meningkatkan hasil dari lahan yang mereka kelola.

Amran menyampaikan strategi tersebut ketika meninjau sektor pertanian di Subang, Jawa Barat. Ia melihat peningkatan produktivitas sebagai salah satu kunci untuk mempertahankan ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang.

Menurut pemerintah, keberhasilan sektor pertanian tidak cukup diukur dari seberapa banyak beras yang berhasil diproduksi. Kondisi ekonomi petani juga menjadi indikator penting karena merekalah yang berada di garis depan produksi pangan nasional.

Karena itu, kebijakan peningkatan produksi diarahkan agar memberikan efek langsung terhadap pendapatan petani. Subsidi benih diharapkan dapat menurunkan hambatan biaya sekaligus memberikan kesempatan lebih besar kepada petani untuk menggunakan benih dengan kualitas yang mendukung produktivitas.

Pemerintah juga terus mendorong modernisasi pertanian. Penggunaan teknologi, perbaikan budidaya, dan pengelolaan lahan yang lebih efisien menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan hasil panen tanpa harus terus membuka lahan baru.

Langkah tersebut dilakukan ketika pemerintah tengah mengklaim capaian penting dalam sektor pangan. Berdasarkan proyeksi Kementerian Pertanian, produksi beras 2026 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 31,10 juta ton.

Kementan menyebut kondisi tersebut memberikan potensi surplus sekitar 3,67 juta ton. Pemerintah juga melaporkan stok cadangan beras hingga Agustus 2026 mencapai 5,25 juta ton.

Di sisi kesejahteraan, Amran sebelumnya menyampaikan bahwa Nilai Tukar Petani mencapai 127,84 pada Juli 2026. Angka itu disebut sebagai tingkat tertinggi dalam 34 tahun terakhir dan menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk melihat perkembangan kondisi petani.

Peningkatan produksi juga membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk memperluas pasar beras. Kementan menyebut Indonesia kembali menargetkan ekspor beras ke Malaysia dengan pengiriman awal 1.000 ton dan peluang pasar yang dapat berkembang lebih besar.

Meski demikian, peningkatan produksi tetap membutuhkan pengelolaan rantai pasok yang kuat. Pemerintah harus memastikan hasil panen terserap dengan harga yang memberikan keuntungan layak bagi petani sekaligus tetap menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen.

Amran kini mendorong agar kebijakan pertanian tidak berhenti pada pencapaian swasembada. Dengan subsidi benih, dukungan input produksi, serta modernisasi pertanian, pemerintah ingin menciptakan kondisi ketika produksi beras meningkat dan petani menjadi pihak yang turut menikmati hasil pertumbuhan sektor pangan tersebut.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.