Buku Setengah Abad Aristo Munandar Diluncurkan, Pemimpin Bekerja dengan Hati
SEMANGATNEWS.COM. PADANG- “Setengah Abad Mengabdi untuk Negeri dan Melayani Masyarakat” Drs. H Aristo Munandar, Dt. Bagindo Kayo dikemas dalam sebuah buku otobiografi yang peluncuran dan bedahnya diadakan di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat (17/10/2025).
Acara ini dihadiri langsung Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan Mendagri periode 2009- 2014 Dr.H. Gamawan Fauzi, SH bersama Istri Vita Gamawan serta sejumlah undangan lainnya. Terlihat juga Ketua Umum LKAAM Sumbar Prof Dr Fauzi Bahar.
Buku dengan editor Wartawan Senior Hasril Chaniago dan Eko Yance Edrie ini diterbitkan oleh Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau, dan memuat perjalanan panjang Aristo, baik semasa kecil hingga dunia birokrasi, legislator dan pengabdian masyarakat.

Ketemu Gamawan Fauzi dan Istri di acara peluncuran Buku Setengah Abad Mengabdi Aristo Munandar di Auditorium Gubernuran, (17/10).
Gubernur Mahyeldi mengapresiasi atas penerbitan buku tersebut. Ia menilai, Aristo adalah sosok pemimpin yang bekerja dengan hati dan menjadikan pengabdian sebagai jalan hidup.
“Bapak Aristo Munandar adalah figur yang setiap langkahnya menyimpan cinta seorang anak negeri kepada tanah kelahirannya,” ujar Mahyeldi.
Menurut Gubernur, Aristo bukan hanya birokrat berpengalaman, tetapi juga pribadi yang menjunjung tinggi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
“Perjalanan beliau layak untuk diteladani. Pemimpin sejati tidak diukur dari lamanya menjabat, tetapi dari seberapa besar nilai yang ia tinggalkan di hati masyarakat,” tambah Mahyeldi.
Gamawan Fauzi yang sekaligus penanggap dari terbitnya buku ini, menjelaskan. Dengan pak Aristo, saya sudah lama kenal, ketika masih pegawai di Sospol Sumbar. Kala itu pak Aristo pernah menemui saya, berbincang masalah kepemerintahan dan politik. Saya langsung menilai Pak Aristo akan menjadi Pejabat Sospol. Ternyata benar, tak lama dilantik menjadi Kakansospol Padang. Sebelumnya beliau Kabag Humas di Pemko Padang, kenang Gamawan.
Sementara itu Gusfen Khairul, menyebutkan selama Pak Aristo di Birokrat, Sekda,Bupati dan Anggota DPRD nyaris tidak ada masalah.
Beliau sangat enjoy, karena tidak pernah berurusan dengan aparat penegak hukum. Sehingga sudah pensiunpun tetap dipercaya diberbagai organisasi sosial dan kemanusiaan, Ketua PMI Sumbar, Ketua Yayasan Adabiah dan Ketua Kormi.
Sementara itu, Aristo Munandar mengenang perjalanannya selama lebih dari lima dekade di dunia pemerintahan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan harus dijalankan dengan ketulusan dan tanggung jawab.
“Segala cobaan saya lalui dengan keikhlasan dan tekad untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Aristo pernah menjabat sebagai Camat Baso, Camat Nanggalo, dan Bupati Agam dua periode, serta Anggota DPRD Sumbar. Kini, ia masih mengabdi sebagai Ketua PMI Sumatera Barat hingga 2029.
Acara ini dilaksanakan PWRI Sumbar dengan ketua Drs .H.Syafrizal Ucok yang antara mengatakan sudah merupakan kewajiban kami untuk melaksanakannya, karena Pak Aristo adalah Ketua Dewan Penasehat PWRI Sumbar, sebut Ucok.**
