Bupati Agam Gerak Cepat, Tenaga Medis Banyak Terpapar

by -

Semangatnews,Agam- Apa yang diprediksi Dekan FKM Unand Defriman Djasrin, terbukti yang dominan berisiko terpapar covid 19 adalah tenaga kesehatan dengan bertambahnya Tenaga kesehatan Agam terpapar positif Covid-19.

Hingga Jum’at (8/5) pagi ada 9 orang, yaitu 7 orang dari Puskesmas Baso, satu orang Puskesmas Lasi dan satu orang lagi dari Puskesmas Lubuk Basung.

Mendapati fakta ini, Bupati Agam DR. Ir. Indra Catri, MSP akan mengundang beberapa perwakilan dokter dan tenaga medis untuk mengevalusi secara khusus agar didapatkan cara penanganan yang lebih baik. “Kita cukup khawatir karena masih ada sekitar 18 orang tenaga kesehatan lagi hasil swabnya harus diulang pemeriksaannya,” kata Indra Catri.

Sejalan dengan pengambilan dan pemeriksaan swab terhadap cluster “AG” di Baso, saat ini juga sedang dilakukan pemeriksaan hasil swab terhadap petugas Puskesmas Lubuk Basung yang terkontak langsung dengan OTG positif “WM”, tenaga labor Puskesmas Lubuk Basung. Hari Rabu (6/5) sudah diambil sekitar 100 sampel swab terhadap jajaran Puskesmas Lubuk Basung serta beberapa orang petugas pada Dinas Kesehatan dan RSUD Lubuk Basung. “Kita berharap hasil labornya segera diketahui untuk menentukan tindakan lebih lanjut,” ujar Bupati yang sigap memetakan penanganan Covid-19 di wilayahnya.

Indra Catri menguraikan bahwa proses tracking yang dilakukan di Agam sesungguhnya dapat dibagi dalam 3 cluster yaitu cluster “JN”, cluster “AG” dan cluster “WM”. Ketiga cluster tersebut memiliki karakter yang berbeda dan cukup menarik untuk dicermati dan terlihat sangat berpengaruh terhadap pola penyebaran Covid-19 di Agam.

Pertama “ JN” sebagai urang sumando di Agam. Dalam kesehariannya lebih banyak memanfaatkan waktunya bekerja di Payakumbuh.

Kalau pulang ke rumah anaknya di Padang Tarok biasanya sudah larut malam dan besok pagi-pagi sudah kembali lagi ke Payakumbuh. Waktunya untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungannya sangat terbatas di Padang Tarok. Hal ini dibuktikan: hanya salah seorang dari dua anaknya yang terpapar Covid-19 di Padang Tarok.

Beda halnya dengan “AG” di Koto Baru, Baso. ”AG” tokoh di kampungnya, seorang pengrajin peralatan pancing yang memiliki banyak kontak dan langganan. Sosok yang taat beribadat ke mesjid dan memilki pergaulan cukup luas, baik di pasar maupun di lapau. Disamping itu anak anak “AG” juga termasuk orang-orang yang memiliki jaringan luas di tengah masyarakat, antara lain berprofesi guru dan dokter. Pembelajaran yang didapatkan disini: jejaring “AG” lebih potensial dalam penyebaran Covid-19.

Berdasarkan hasil tracking terhadap cluster “AG” ternyata rekam jejaknya sangat luas. Fakta lapangan menunjukan bahwa aktifitas “AG” sangat bervariasi, melakukan banyak kontak dengan orang lain, dengan sebaran geografis yang luas. Tercatat sebagai jama’ah shalat Jumat dan tarwih di Surau Labuah, sempat singgah di Pasar Koto Baru dan Pasar Baso, serta mengunjungi beberapa toko langganannya di Aur Kuning Bukittinggi.

Beda lagi kasusnya dengan “WM”, tenaga labor di Puskesmas Lubuk Basung. Dikenal cukup supel dalam pergaulan, memiliki banyak teman, serta memiliki kegiatan usaha tambahan di luar jam dinas dan memiliki banyak kontak pada beberapa kantor di Lubuk Basung.

Selama 10 hari kebelakang, “WM” tercatat pernah bebelanja ke Aur Kuning, ke Pasar Padang Baru dan Pasar Lama Lubuk Basung. Sama halnya dengan “WM”, suaminya juga suka bergaul dan banyak teman dan dengan sendirinya juga memiliki banyak kontak. Sebagai seorang driver bus ke Pekan Baru juga sering melakukan perjalanan jauh. Tercatat juga sering berbelanja di Pasar Padang Baru dan Pasar Lama Lubuk Basung.

Sampai Kamis (7/5) dari cluster “J” ditemui 1 orang OTG positif dan sudah dilakukan swab sebanyak 14 orang, tapi belum berakhir.

Dari cluster “AG” ditemui sebanyak 11 orang positif dan hingga Kamis sudah dilakukan swab terhadap 110 orang.

Sedangkan dari cluster “MW” sudah dilakukan swab 130 orang. “Ini baru tahap awal dan kita baru bisa melihat prospeknya bila hasil swab pertama keluar hari Jum’at ini,” terang Bupati Indra Catri.

Menurut Doktor Ilmu Pemerintahan ini, banyak pembelajaran yang bisa didapatkan dari tiga cluster Covid-19 di Agam. Penyebaran virus corona sangat tergantung dengan pergerakan orang dan kontak person terutama yang terpapar virus Covid-19. “Makanya diberlakukan PSBB.

Anjuran di rumah saja, jaga jarak, pakai masker, sering cuci tangan, dan gerakan ‘anda salamatkan saya dan saya selamatkan anda’ sangat penting untuk diamalkan,” tegas Indra Catri Datuak Malako Nan Putiah ini. (zln/ayh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.