SEMANGATNEWS.COM, PADANG – DPRD Kota Padang melalui Ketua Komisi III bereaksi keras menanggapi cagar budaya Rumah Singgah Soekarno hancur, Jumat, (24/2/2023).
Cagar budaya Rumah Singgah Soekarno terletak di jalan A Yani No. 12 Kota Padang.
Ketua Komisi III DPRD Kota Padang Boby Rustam menegaskan akan melayangkan surat panggilan kepada Kepala Dinas PUPR Kota Padang.
“Kita panggil Kepala Dinas PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Bagian Hukum,” ujar Boby Ruatam.
Boby Rustam menjelaskan, sebelumnya juga banyak bangunan cagar budaya yang telah dirusak, di hancurkan.
“Banyak bangunan cagar budaya yang tidak menjadi perhatian Pemko Padang, misalnya Mesjid Raya Gantiang. Apakah Pemko Padang memperhatikan nya,” jelasnya.
Oleh karena tidak mendapat perhatian dalam bentuk insentif dan pemberitahuan oleh Pemko Padang, jelas Boby Rustam, jadi wajar saja pemilik rumah cagar budaya itu berencana merubah total bangunannya, agar mempunyai nilai – nilai ekonomis.
“Dengan alasan ia tidak mengetahui bangunan ini termasuk cagar budaya, apalagi pemilik telah mengantongi KRK dari Dinas PUPR Kota Padang. Jadi, wajar saja pemilik ingin merubah agar mempunyai nilai ekonomis,” tambahnya.
Dikatakan Boby Rustam, pihaknya mempertanyakan terbitnya KRK atau Advice Planning oleh Dinas PUPR Kota Padang.
“Kita mempertanyakan, kenapa Dinas PUPR mengeluarkan KRK terkait rencana pembangunan restoran tersebut. Apalagi saya dengar kasus ini sudah menjadi perhatian Kejaksaan,” cakapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang membenarkan rencana pemanggilan Kepala Dinas PUPR tersebut.
“Tak hanya Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Bagian Hukum juga kita panggil,” katanya. (*)
