Semangatnews,Padang-Perkembangan masyarakat tidak berbanding lurus dengan perkembangan pemerintah yang terkadang jauh tinggal di belakang. Pemerintah zaman now, sudah harus banyak kreasi, inovasi dan sekaligus evaluasi. Jiwa interpreneurship harus ada pada diri aparatur.
Sehingga dengan demikian dimanapun aparatur itu ditempatkan dapat mengikuti irama yang berkembang dalam masyarakat.
Demikian Wakil Bupati Sijunjung H. Arrival Boy mengemukakan pokok pikirannya berkaitan persoalan kepemerintahan sekarang.
Bersua di Muaro Sijunjung, Selasa 27 November tatkala penilaian kompetensi transparansi dana desa dan ketemu lagi di lapangan bulutangkis saat final Rabu 28 kemarin di Parit Malintang, Arrival Boy jebolan Fakultas Hukum Bung Hatta ini menyorot kedudukan, tugas dan fungsi camat yang sudah perlu dievaluasi dan menjadi perhatian kita bersama.

Wakil Bupati Sijunjung Arrival Boy,SH
Lihat dan kenyataannya sekarang Camat sepertinya “harimau ompong”, punya wilayah tetapi tidak punya kekuasaan, sebut Arrival.
Bahkan lebih sedihnya Camat juga tidak didukung dengan budget yang memadai, sehingga dalam menjalankan tugas tugasnya kurang sempurna.
Gezah dan wibawa camat tidak seperti camat 20 atau 30 tahun lalu. Dulu, lanjut Arrival, camat sangat dihormati, meskipun dengan kendaraan PW kodok. Camat disegani dan berwibawa.
Oleh karena itu, ulas Arrival Boy, sekarang dan ke depan camat harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Masalah buget saja, tukuk Arrival, lebih banyak dikelola Kepala Desa atau Walinagari ketimbang Camat. Sehingga kesannya camat dibawa lalu begitu saja.Tentu saja Camat sedikit minder.
Wacana memberdayakan Camat sudah berkembang pada Rakor Bupati dan Walikota se Sumbar baru baru ini. Dan itu mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Tinggal menunggu juklak dan juknisnya.
Menurut Arrival Boy, camat harus disetarakan eselonnya dengan OPD kabupaten, peran dan fungsiny lebih dipertegas sebagai pimpinan wilayah yang berwibawa.
