Jakarta, Semangatnews.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melontarkan candaan yang mengundang tawa saat memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Guyonan tersebut menyinggung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan langsung mencairkan suasana rapat yang sebelumnya berlangsung serius.
Candaan itu muncul ketika Tito memaparkan struktur tim pengarah dan tim pelaksana Satgas yang dibentuk untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. Dalam penjelasannya, Tito menyebut sejumlah pejabat tinggi negara yang terlibat dalam Satgas tersebut.
Di tengah paparan, Tito menyadari ada satu nama penting yang sempat terlewat disebut. Ia pun langsung mengoreksi ucapannya dengan gaya santai dan diselingi humor.
Tito kemudian menyebut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai bagian dari tim pengarah. Ia berkelakar bahwa akan berbahaya jika Purbaya sampai “ngambek” karena tidak disebut, sebab rapat bisa berlangsung lama tanpa hasil.
Candaan tersebut langsung disambut tawa oleh peserta rapat yang terdiri dari para menteri, pejabat tinggi, dan anggota DPR. Suasana rapat pun menjadi lebih cair setelah sebelumnya dipenuhi pembahasan teknis dan strategis.
Tito menegaskan candaan itu sekaligus menggambarkan pentingnya peran Kementerian Keuangan dalam upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, terutama terkait pengelolaan dan ketersediaan anggaran.
Menanggapi guyonan tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa juga merespons dengan santai. Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak akan “ngambek” hanya karena namanya terlewat disebut.
Purbaya justru menekankan bahwa yang membuatnya keberatan adalah apabila anggaran yang sudah disiapkan tidak dimanfaatkan secara optimal untuk penanganan bencana dan pemulihan daerah terdampak.
Pernyataan Purbaya yang disampaikan dengan nada ringan kembali memancing tawa peserta rapat. Namun di balik candaan tersebut, terselip pesan serius mengenai pentingnya efektivitas penggunaan anggaran negara.
Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pascabencana di sejumlah wilayah.
Interaksi hangat antara Tito dan Purbaya dinilai mencerminkan komunikasi yang baik antarpejabat negara dalam menjalankan tugas besar yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Suasana rapat yang cair namun tetap fokus diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.(*)
