Catatan Ilham Bintang; Siapa Bilang Pandemi Tidak Bisa Dikendalikan?

oleh -

Warga Perth Rayakan Bebas Merdeka dari Ancaman Covid19

Selasa (22/6) sore Pak Sjahrir Laonggo, sahabat saya di Perth, Australia, kirim kabar gembira.
Mulai Rabu ( 23/6) hari ini warga Perth bebas tidak pakai masker dan menjaga jarak. Siang tadi Pak Sjahrir kirim foto suasana gembira warga Perth merayakan kemerdekaannya dari Covid19 di pusat perbelanjaan dan tempat-tempat umum di Ibukota Australia Barat itu.

Baca Juga:  Selamat Jalan Pak Harmoko, Yang Selalu " Menang Banyak"; Catatan Ilham Bintang

” Ini saya kirim foto untuk membantu Pak Ilham bikin berita,” tambah tokoh masyarakat Sulsel yang sudah 45 tahun menetap di Perth.
Menurut Sjahrir, selama pandemi di Perth dua kali pemerintah melockdown kota yang berpenduduk 2 juta jiwa. Lockdown pertama awal pandemi sekitar Maret. Semua karyawan yang diliburkan gajinya dibayar pemerintah. Pak Sjahrir yang punya toko daging “Langford Halal Butchers”mendapat subsidi listrik 3 bulan free. ” Untuk 3 bulan itu jumlahnya sekitar AUD 4000, atau 45 juta rupiah. Alhamdulillah,” ungkapnya.

Western Australia bisa aman menurut Sjahrir karena pemerintah nya pada awal pandemi langsung ambil keputusan menutup border dari luar. Termasuk dari Eastern state, ” sambung Sjahrir.

Baca Juga:  Vaksin Gotong Royong, Riwayatmu Kini; Catatan Ilham Bintang

Meski sudah bebas, tapi warga Perth tetap berhati-hati. Mereka tetap mematuhi aturan. Seperti tampak oleh Sjahrir di Carausel Mall tadi siang.
Mall itu tetap menyediakan fasilitas sanitasi bagi pengunjung sebelum masuk supermarket. Dan juga box barcode yang menyimpan data pengunjung. Pengunjung menempel ponsel di situ. ” Kalau ada apa-apa di Mall, pengelola langsung bisa tahu siapa saja pengunjung mall itu. Ini membantu mengatasi problem lebih cepat, ” urai Sjahrir.

No More Posts Available.

No more pages to load.