Catatan Kecil, Sumbar Paling Siap Dirikan Sekolah Senirupa Sebagai Perluasan Pendidikan Bidang Kebudayaan

oleh -
Syaiful Adnan, pelukis kaligrafi Islam dan Yusman pematung terkemuka Indonesia dan pematung nasional Yusman dkk menyempatkan diri berkunjung ke almamaternya SMKN 4 (SSRI/SMSR) Padang beberapa waktu lalu.

SEMANGATNEWS.COM – Lahirnya SSRI Negeri Padang (SMSR/SMKN4) Padang di Sumatera Barat 25 September 1965 bermula dari sanggar bernama Kinantan yang beranggotakan diantaranya; A. Gani Lubis, Hasnul Kabri, Amir Syarif, AbuYazid, Makmur Rasyad, Hasniah, Faisal Adnani, Syakban dan Hasan Basri DT. Tumbijo, kesemuanya putra Sumatera Barat yang merupakan alumni ASRI Yogyakarta. Nama “Kinantan” kemudian menjadi simbol/lambang SSRI Negeri Padang bahkan hingga kini.

Baca Juga:  Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 4 Halaman 38 39 40 42 43 44 45 46, Subtema 1 Perjuangan Para Pahlawan: Pembelajaran 5

Menyimak sejarah panjang kehadiran SSRI Negeri Padang tidak terlepas pada latar belakang kehadiran seni lukis sebagai bagian seni rupa di Sumatera Barat terutama era kemerdekaan RI yang terus berkibar di tanah air saat itu. Dalam catatan kita, sebelum era kemerdekaan keberadaan seni lukis Sumatera Barat yang saat itu bernama Sumatera Tengah ditandai kehadiran pelukis Wakidi dengan ratusan pengikutnya. Kemudian juga muncul kumpulan seniman bernama SEMI (Seniman Muda Indonesia) di Bukittinggi tahun 1950 an, sebagaimana dipaparkan pendidik senior dan sekum alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang se Indonesia, Muharyadi, di kampus SMKN 4 Cangkeh, Padang baru-baru ini.

Baca Juga:  Pemprov Sumbar Canangkan Pariwisata Bersih Sambut Wisatawan Usai Pandemi
Hasnul Kabri (alm) salah seorang perintis berdirinya SSRI Negeri Padang (25 September 1965) dan menjadi Kepala SSRI/SMSR terlama periode 1969-1989

Disebutkan, pertimbangan lain dari pemerintah RI, selain SSRI Negeri Yogyakarta yang lebih awal berdiri (1963), maka diluar Jawa seperti SSRI Negeri Padang tidak lain merupakan rancangan perluasan pendidikan berbasis kebudayaan berlokasi di Padang mewakili pulau Sumatera. Menurut Kusnadi ; meskipun belum cukup usia Sumatera Barat, selain Sumatera Utara, Salatiga, Malang ternyata memiliki bibit-bibit potensial cukup kuat dalam seni rupanya. Sementara Surabaya di tahun 1960 acuh tak acuh soal perlunya mendirikan Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI).

No More Posts Available.

No more pages to load.