Catatan Tercecer dari Peringatan Hari Pelanggan 2020; PLN: Sapa, Senyum dan Kunjungi.

oleh -

Catatan Tercecer dari Peringatan Hari Pelanggan 2020; PLN: Sapa, Senyum dan Kunjungi.

(Syaharman Zanhar. S.Sos — YLKI Sumatera Barat)

BULAN Kedua dilanda Pandemi Covid 19 atau masyarakat lebih mengenalnya dengan wabah corona, sebagian besar warga masyarakat pelanggan PLN—pemakai energi listrik, tiba tiba berteriak nyaring menyuarakan, bahkan menuduh PLN telah menaikkan TDL ( Tarif Dasar Listrik) secara diam diam dimalam hari. Tuduhan itu bukan tidak beralasan, pada kenyataannya memang biaya tarif yang harus mereka bayar melonjak dengan tajam, 100 – 200 bahkan ada yang 300 %.

Sebagai LPKSM (Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat)— salah satunya YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) di Sumatera Barat dan bermarkas di Kota Padang yang selama ini cukup konsen menerima pengaduan keluhan masyarakat, menjadi tumpahan sumpah serapah, ocehan, dan tumpukkan kekesalan.

Peristiwa seperti ini pernah dialami dan sama keadaannya dengan beberapa tahun lalu, ketika pelanggan PLN merasa panik dan merasa kecewa atas pelayanan PLN.

Namun kasusnya beda dengan yang terjadi saat pandemi. Jika saat pandemi virus covid 19 ini, pelanggan dibuat kaget karena melonjaknya tagihan listrik, kalau dulu diakibatkan karena terjadinya krisis energi listrik di Sumatera Barat, sehingga terjadinya pemadaman yang tidak beraturan dan mengakibatkan rusaknya komponen elektronik milik rumah tangga dan UMKM pada waktu itu.

Sebagai lembaga perlindungan konsumen pada waktu itu YLKI menerima ratusan pengaduan, selain individual warga masyarakat, ada juga yang mengatas namakan kelompok usaha, bahkan ada sebuah kelurahan di Padang, dimana warga kelurahan itu membuat surat pernyataan yang ditandatangani ramai ramai oleh warganya menuntut ganti rugi.

YLKI waktu itu sempat membuat tim Advokasi untuk melakukan Class Action kepada PLN, tetapi begitu keadaan normal kembali, warga masyarakat sebagai pelanggan PLN pun, diam. Kasus itu raib begitu saja.
Dalam masa pandemi covid 19, dibulan April 2020, saat pelanggan mulai membayar tagihan listriknya, pada waktu itulah munculnya teriakan yang begitu nyaring.