Chef Devina Tegaskan Tak Pernah Izinkan Adik Syahrini Pakai Resep Siomay-nya

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Chef kondang Devina Hermawan akhirnya angkat bicara dan membenarkan bahwa foto resep siomay yang digunakan oleh Aisyahrani, adik Syahrini, adalah benar miliknya—namun ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memberikan izin atau persetujuan penggunaannya dalam konten tersebut.

Menurut pernyataan resmi yang dirilis oleh tim Devina, foto resep siomay asli miliknya dipakai tanpa sepengetahuan dan pemberitahuan kepada pihaknya, dan hal ini dianggap sebagai pelanggaran hak kekayaan intelektual serta etika profesional di dunia kuliner publik.

Meskipun pihak Aisyahrani atau timnya belum memberikan tanggapan rinci, isu ini ramai di media sosial setelah netizen membandingkan foto resep siomay versi Aisyahrani dan versi publik milik Devina, lalu mencatat kemiripan elemen visual dan penyajian yang sangat khas.

Devina menjelaskan bahwa dalam dunia kuliner, foto resep yang memiliki gaya khusus, plating, pencahayaan, dan elemen dekorasi adalah bagian dari identitas karya kreator, sehingga penggunaan foto yang sama tanpa izin berpotensi menciderai hak kreatif dan reputasi.

Ia juga menyampaikan bahwa meskipun ia merasa tersinggung, ia memilih menahan diri dari konfrontasi publik yang berlebihan, dan lebih mengutamakan penyelesaian secara profesional—baik melalui komunikasi tertutup maupun mekanisme hukum jika diperlukan.

Beberapa followers dan penggemar Devina mendukung langkahnya, menyebut bahwa kreator kuliner sering menjadi korban plagiarisme visual, dan dukungan semacam ini penting agar penghargaan terhadap ide perjalanan karya tetap terlindungi.

Beberapa praktisi kuliner dan fotografer makanan pun ikut memberi komentar, bahwa foto resep bukan sekadar dokumentasi, melainkan karya visual yang membutuhkan usaha, pencahayaan, edit, dan komposisi yang menjadi “tanda tangan” kreator.

Media hiburan mencoba menghubungi Aisyahrani atau timnya untuk klarifikasi, apakah penggunaan foto resep tersebut murni ketidaksengajaan, inspirasi, atau memang ada izin yang belum diumumkan secara terbuka.

Sementara itu, publik menunggu apakah kejadian ini akan memicu diskusi lebih luas tentang perlindungan hak cipta di dunia kuliner Indonesia, terutama di kalangan konten kreator yang kerap berbagi resep di media sosial.

Devina sendiri menyatakan bahwa fokusnya bukan ingin mencari sensasi, melainkan ingin memperkuat kesadaran bahwa penghargaan terhadap karya—termasuk foto resep—merupakan bagian penting dari ekosistem kreatif yang adil di era digital ini.

Dengan klarifikasi ini, kasus penggunaan foto resep siomay tersebut menjadi titik balik bahwa kreator kuliner harus lebih protektif terhadap karya visualnya dan bahwa publik harus lebih sensitif dalam membedakan antara inspirasi dan pemanfaatan tanpa izin.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.