Jakarta, Semangatnews.com – Pertandingan pertama Grand Final Proliga 2026 sektor putri berlangsung sengit sejak awal, mempertemukan Jakarta Pertamina Enduro melawan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Duel ini langsung menghadirkan drama dan tensi tinggi yang memanjakan para pecinta bola voli nasional.
Jakarta Pertamina Enduro yang diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi harus menghadapi tekanan sejak set pertama. Gresik Phonska tampil agresif dan berhasil mencuri keunggulan lebih dulu, membuat pertandingan semakin menarik.
Phonska menunjukkan permainan solid dengan serangan cepat dan pertahanan rapat. Mereka mampu memanfaatkan celah di lini belakang Pertamina Enduro dan mengamankan set pembuka dengan cukup meyakinkan.
Namun situasi berubah drastis memasuki set kedua. Megawati dan rekan-rekannya mulai menemukan ritme permainan dan meningkatkan intensitas serangan, terutama melalui spike keras yang sulit dibendung lawan.
Momentum tersebut menjadi titik balik bagi Pertamina Enduro. Mereka berhasil menyamakan kedudukan dan perlahan mengendalikan jalannya pertandingan dengan permainan yang lebih disiplin.
Memasuki set ketiga, duel semakin panas. Kedua tim saling kejar poin dalam tempo cepat, namun pengalaman dan ketenangan Pertamina Enduro menjadi pembeda di momen krusial.
Phonska sempat mencoba bangkit dengan variasi serangan dari pemain asing mereka. Namun tekanan konsisten dari Pertamina Enduro membuat mereka kesulitan menjaga stabilitas permainan.
Set keempat menjadi penentu kemenangan. Pertamina Enduro tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang dan menutup pertandingan dengan kemenangan comeback yang impresif.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Pertamina Enduro dalam format best-of-three di grand final musim ini.
Di sisi lain, hasil ini menjadi pukulan bagi Phonska yang sempat unggul lebih dulu namun gagal mempertahankan momentum. Evaluasi besar pun diperlukan untuk laga berikutnya.
Dengan hasil ini, Megawati dkk semakin dekat dengan gelar juara Proliga 2026 dan menunjukkan mental juara yang kuat di partai puncak.(*)

