Cutbray Kembali Mendominasi Gaya Gen Z 2025: Potongan Retro yang Tak Lekang Oleh Waktu

by -

Jakarta, Semangatnews.com — Tren fashion tahun 2025 kembali bermunculan dari masa lalu: celana cutbray muncul sebagai favorit baru di kalangan generasi Z Indonesia. Setelah lama tenggelam, gaya yang identik dengan potongan melebar di bagian bawah ini sekarang kembali menghiasi feed media sosial dan lemari fashionista muda.

Fenomena ini tidak datang tiba-tiba. Influencer dan creator konten kerap mengenakan cutbray dalam berbagai acara, mulai dari OOTD harian hingga pemotretan street style, sehingga menarik perhatian lebih banyak orang muda untuk mencoba gaya ini. Bahkan muncul berbagai tantangan “#CutbrayChallenge” yang mempopulerkan celana tersebut ke audiens massal.

Celana cutbray sendiri memiliki ciri khas potongan yang sedikit melebar dari bagian lutut ke bawah, menyerupai flare namun lebih lembut. Desain ini memberikan kesan ringan dan fluid saat berjalan, sekaligus nyaman untuk pergerakan sehari-hari.

Meski demikian, cutbray bukan satu-satunya nama tren celana denim wanita tahun ini. Model-model lain juga ikut mendapat sorotan — seperti wide-leg, baggy, barrel-leg, dan flare — yang semuanya mengusung nuansa retro sekaligus kenyamanan. Perpaduan gaya klasik dan fleksibilitas menjadi kekuatan utama tren denim 2025.

Fashion editor lokal menuturkan bahwa cutbray dipilih karena ia menjembatani dua kebutuhan: estetika dan kenyamanan. Di satu sisi, potongannya yang unik memberi sentuhan visual menarik; di sisi lain, ia masih cukup praktis untuk digunakan sehari-hari di iklim tropis.

Tips memadupadankan cutbray pun makin banyak dibagikan: dengan crop top agar proporsi tampak seimbang, atau dengan blouse bersiluet ringan agar style tetap elegan. Sepatu yang cocok berkisar dari sneakers, boots pendek, hingga sepatu platform ringan untuk tampilan lebih modis.

Salah satu trik yang sedang viral adalah “layer tipis + cutbray” — memakai outer ringan seperti blazer tipis atau kardigan pendek agar tampilan tidak “berat” di bagian atas. Cara ini membantu menjaga keseimbangan visual antara celana lebar dan gaya keseluruhan.

Tak kalah menarik, muncul pula varian denim dengan detail robekan halus, fading, atau kombinasi bahan, yang dipadankan dengan cutbray agar gaya terlihat lebih kontemporer. Aksen-aksen seperti kancing besar atau jahitan kontras juga disukai sebagai penambah karakter.

Walau tren cutbray naik daun, tantangan juga muncul: ketersediaan ukuran, bahan respirabel untuk iklim panas, serta kesadaran konsumen agar tidak hanya ikut-ikutan tanpa memperhatikan kualitas. Desainer lokal pun mulai menawarkan versi cutbray berbahan katun ringan atau rayon untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Kini, setelah menyusup kembali ke blantika fashion muda, cutbray menegaskan bahwa tren sejati tidak pernah benar-benar hilang — cuma akan kembali dengan sentuhan baru. Siapa sangka potongan klasik era 70-an kini berdansa lagi di jalanan masa kini?(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.