Dana Asing Kabur Rp 1,5 Triliun, Bursa RI Diguncang Efek MSCI

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pasar modal Indonesia mengalami tekanan besar setelah investor asing tercatat menarik dana hingga Rp 1,53 triliun usai pengumuman rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Aksi jual besar-besaran itu langsung mengguncang perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.

Gelombang aksi jual asing terjadi setelah MSCI resmi mengeluarkan 18 saham Indonesia dari berbagai kategori indeks global dalam peninjauan Mei 2026. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap potensi arus keluar modal yang lebih besar dalam beberapa pekan mendatang.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun langsung terkena dampaknya. Pada perdagangan terakhir, IHSG ditutup melemah hampir 2 persen ke level 6.723 setelah tekanan jual menghantam sejumlah saham unggulan.

Saham-saham perbankan BUMN menjadi sasaran utama aksi jual investor asing. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat net foreign sell terbesar mencapai lebih dari Rp 273 miliar.

Selain BBRI, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga mengalami tekanan besar dengan aksi jual asing mendekati Rp 140 miliar. Investor asing tampak mulai mengurangi eksposur terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar di Indonesia.

Tak hanya saham bank, sejumlah emiten besar seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga terkena dampak tekanan pasar. Saham-saham tersebut termasuk yang mengalami aksi jual signifikan usai pengumuman MSCI.

Analis menilai keputusan MSCI menjadi sentimen negatif karena banyak fund manager global menggunakan indeks tersebut sebagai acuan investasi. Ketika saham keluar dari indeks MSCI, otomatis daya tariknya bagi investor asing ikut menurun.

Meski demikian, di tengah tekanan pasar muncul potensi rotasi dana asing ke saham-saham blue chip tertentu yang masih bertahan dalam indeks MSCI. Saham perbankan besar dan emiten BUMN dengan fundamental kuat diprediksi tetap menjadi incaran investor global.

Beberapa analis bahkan memperkirakan rebalancing MSCI kali ini berpotensi memicu arus keluar dana asing hingga Rp 31,5 triliun menjelang implementasi efektif pada 29 Mei 2026. Angka tersebut membuat pelaku pasar semakin waspada terhadap volatilitas bursa.

Meski tekanan cukup besar, sebagian investor melihat kondisi ini sebagai peluang akumulasi saham unggulan dengan harga yang lebih murah. Strategi bargain hunting mulai muncul di tengah penurunan tajam sejumlah saham besar.

Kini perhatian pasar tertuju pada pergerakan investor asing dalam beberapa pekan ke depan. Jika tekanan jual terus berlanjut, volatilitas IHSG diperkirakan masih akan tinggi hingga implementasi penuh rebalancing MSCI pada akhir Mei nanti.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.