Jakarta, Semangatnews.com – Danantara Asset Management secara resmi mengungkapkan alasan di balik penunjukan Glenny H. Kairupan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia. Menurut Managing Director Danantara, Febriany Eddy, suatu pertemuan pribadi menjadi titik balik keputusan. Saat itu, Febriany bertanya langsung mengenai komitmen Glenny terhadap Garuda, dan jawaban Glenny membuatnya terenyuh: “Saya orang yang bersedia mati demi NKRI. Itu komitmen saya buat Garuda.”
Janji tersebut bukan sekadar retorika, ungkap Febriany, tetapi mencerminkan dedikasi tinggi Glenny terhadap maskapai nasional. Danantara menilai bahwa Garuda memerlukan sosok kepemimpinan dengan visi jangka panjang dan keberanian luar biasa, terutama dalam masa restrukturisasi.
Suntikan modal dari Danantara ke Garuda, senilai triliunan rupiah, juga jadi bagian dari pertimbangan utama. Glenny dipercaya mampu mengelola dana tersebut untuk memperkuat struktur keuangan dan mengakselerasi transformasi operasional.
Menurut Glenny sendiri, dana segar yang disuntikkan bukan hanya untuk menutup gap finansial, tetapi juga sebagai tonggak strategis menuju Garuda yang lebih tangguh dan efisien. Modal kerja dialokasikan untuk pemeliharaan pesawat dan perbaikan layanan, sementara sisa dana diarahkan untuk memperkuat operasional anak usaha seperti Citilink.
Danantara tidak hanya mengandalkan Glenny sebagai pemimpin tunggal. Dalam pemilihan wakil direktur utama, Glenny memilih Thomas Sugiarto Oentoro, yang dinilai memiliki kapabilitas tinggi di bidang keuangan dan investasi. Febriany menyebut bahwa kerja keras dan kerendahan hati Thomas menjadi dasar keputusannya.
Menurut CEO Danantara Rosan Roeslani, pergantian posisi dirut di Garuda adalah bagian dari strategi besar. Rosan menegaskan bahwa Danantara ingin membawa tim manajemen yang lebih kuat untuk mewujudkan rencana pemulihan jangka panjang.
Rencana penataan ulang tersebut juga mencakup restrukturisasi kewajiban Garuda, termasuk renegosiasi utang dan konversi sebagian kewajiban menjadi modal. Danantara menyatakan bahwa mereka melihat potensi besar Garuda sebagai maskapai nasional yang harus dipulihkan dengan pendekatan profesional dan berkelanjutan.
Dalam konferensi pers, COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa restrukturisasi ini akan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya aspek finansial, tetapi juga modernisasi operasional, digitalisasi, dan transformasi budaya korporasi menjadi bagian dari rencana strategis.
Penguatan manajemen juga melibatkan talenta dari luar negeri: Danantara mendatangkan direktur keuangan dan transformasi yang berlatar penerbangan internasional. Rosan menyebut bahwa kombinasi talenta lokal dan asing ini penting agar Garuda bisa bersaing secara global dan lebih stabil.
Langkah penunjukan Glenny sebagai dirut pun mendapat reaksi beragam dari pasar. Sebagian investor melihatnya sebagai upaya serius Danantara untuk memperkuat Garuda, meskipun ada kekhawatiran akan risiko manajemen besar dalam jangka pendek.
Dengan semua argumentasi yang dihadirkan Danantara, penunjukan Glenny dipandang bukan sekadar pergantian manajerial biasa. Ini adalah bagian dari misi menyelamatkan Garuda dan menyelaraskannya dengan strategi masa depan yang ambisius dan berkelanjutan.(*)
