Dapur Tak Jalankan Prosedur, Kasus Keracunan MBG Makin Marak

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Kementerian dan lembaga terkait semakin intens melakukan evaluasi menyusul maraknya kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagian besar kasus dikaitkan dengan dapur yang tidak menjalankan prosedur higienis.

Insiden terbaru tercatat di Jakarta: sekitar 60 siswa dari sepuluh lokasi dilaporkan mengalami keracunan. Pemerintah daerah menyebut bahwa penyebabnya lebih dominan unsur bakteri, bukan zat kimia.

Kepala Dinas Kesehatan DKI menegaskan bahwa meskipun jumlahnya puluhan, kejadian ini cukup mengkhawatirkan karena menyentuh kesehatan generasi muda.

Sejak diluncurkan Januari 2025, tercatat ratusan kasus keracunan di berbagai daerah. Puluhan dapur MBG ditutup sementara untuk dievaluasi dan diperbaiki.

Dalam catatan Badan Gizi Nasional, sudah ada lebih dari 6.500 korban keracunan, yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintah memanggil pihak pengelola dapur dan chef untuk menjelaskan prosedur produksi dan distribusi makanan. Beberapa dapur dinilai gagal menjaga standar sanitasi.

Beberapa kepala daerah juga diminta untuk audit menyeluruh terhadap dapur-dapur MBG yang berada di wilayahnya. Pemeriksaan mulai dari bahan baku, proses masak, hingga transportasi menu makanan.

Analisis awal menunjukkan bahwa banyak dapur memasak terlalu awal, menyimpan makanan terlalu lama, atau menggunakan bahan yang tidak segar—kesalahan prosedur klasik yang mudah terlewat.

Publik khawatir bahwa program yang awalnya berniat baik ini justru menimbulkan krisis kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah dalam bidang gizi.

Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menentukan: apakah program MBG dilanjutkan dengan perombakan total atau dihentikan dulu hingga sistemnya benar-benar aman.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.