Jakarta, Semangatnews.com – Destry Damayanti kembali menjadi pusat perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkannya sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Nama Destry dipilih untuk mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Perry Warjiyo.
Pengusulan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier Destry yang telah berlangsung selama puluhan tahun di bidang ekonomi dan keuangan. Sebelum masuk ke jajaran pimpinan BI, ia telah bekerja di sejumlah institusi pemerintah, perbankan, lembaga keuangan, hingga dunia akademik.
Destry lahir di Jakarta pada 1963. Ia menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi ke Cornell University di New York, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science di bidang Regional Science.
Pengalaman profesionalnya dimulai dari dunia akademik. Destry tercatat pernah menjadi peneliti dan pengajar di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebelum kemudian bergabung dengan Kementerian Keuangan pada periode 1992-1997.
Kariernya kemudian berkembang ke sektor perbankan. Destry pernah menjadi ekonom Citibank Indonesia dan selanjutnya dipercaya sebagai penasihat ekonomi senior bagi Duta Besar Inggris untuk Indonesia. Pengalaman tersebut memperluas keterlibatannya dalam isu ekonomi dan kebijakan publik.
Nama Destry semakin dikenal ketika ia berkarier di Mandiri Sekuritas dan Bank Mandiri. Ia menjabat sebagai kepala ekonom pada kedua institusi tersebut dan juga terlibat sebagai Direktur Eksekutif Mandiri Institute.
Selain sektor perbankan, Destry memiliki pengalaman di lembaga yang berkaitan dengan stabilitas sistem keuangan. Pada 2015, ia dipercaya menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan sebelum akhirnya bergabung dengan Bank Indonesia.
Destry kemudian ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2019. Dalam posisi tersebut, ia menjadi bagian dari jajaran pimpinan bank sentral dan menangani berbagai isu yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan keuangan.
Posisinya semakin strategis setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada akhir Juli 2026. Berdasarkan mekanisme yang berlaku, Destry sebagai Deputi Gubernur Senior kemudian menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI.
Kini, Presiden Prabowo mengajukan Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI kepada DPR. Setelah pengajuan tersebut, tahapan berikutnya adalah proses uji kepatutan dan kelayakan sebelum keputusan mengenai gubernur definitif ditetapkan.
Pencalonan Destry juga menjadi perhatian pasar karena posisi Gubernur BI sangat menentukan arah kebijakan moneter, stabilitas rupiah, dan kepercayaan investor. Jika nantinya disetujui DPR, Destry akan menghadapi tantangan menjaga stabilitas ekonomi sekaligus merespons kebutuhan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam periode yang penuh tekanan.(*)

