Dearly Joshua Bela Ari Lasso: ‘Dia Baik dan Penyayang’ Meski Dituduh Kasar

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Polemik kembali memanas ketika nama Ari Lasso disorot dalam media sosial setelah beberapa pengguna menudingnya berlaku kasar dalam interaksi publik. Tuduhan itu memicu gelombang kritik dan perdebatan di dunia hiburan tanah air.

Di tengah badai kritik itu, Dearly Joshua, sahabat dan kolega Ari, angkat bicara untuk membela karakter penyanyi legendaris tersebut. Dalam pernyataannya, Dearly menyebut Ari sebagai sosok yang baik dan penyayang, jauh dari citra keras yang dituduhkan padanya.

Dearly mengaku sangat kecewa melihat bagaimana banyak akun media sosial menyebar potongan klip pendek yang, menurutnya, telah dilebih-lebihkan. Ia menyebut bahwa Ari selama ini dikenal dekat dengan teman-teman dan penggemar, serta mudah bergaul dengan siapa saja.

“Hatiku hancur melihat dia disebut kasar,” ujar Dearly dalam wawancara terbuka. Ia mengimbau publik untuk melihat secara menyeluruh kisah dan rekam jejak Ari, bukan hanya satu cuplikan situasi.

Beberapa saksi menyebut bahwa insiden tuduhan itu bermula dari sebuah keributan kecil di belakang panggung, ketika Ari keliru menanggapi pertanyaan salah seorang awak media. Meski demikian, menurut Dearly, insiden itu tidak mencerminkan karakter Ari secara keseluruhan.

Dalam perjalanan kariernya yang panjang, Ari Lasso dikenal memiliki citra hangat dan ramah. Musisi dan kru yang pernah bekerja dengannya mengisahkan betapa Ari kerap membantu pemula dan mendengarkan curahan hati banyak orang di balik layar.

Para penggemar setia pun ikut angkat suara membela: mereka membagikan kisah pribadi tentang momen ketika Ari memberikan nasihat, menghibur, atau bahkan ekspresif lega ketika bertemu fans. Citra “kasar” dikontraskan dengan kenangan personal yang hangat itu.

Namun tidak sedikit pula yang mengambil sikap skeptis. Ada yang mengingat bahwa figur publik tak boleh semata dibela tanpa bukti kuat. Video atau narasi yang beredar, katakanlah sebagian diambil di kondisi tegang, tetap bisa menjadi bahan introspeksi.

Para pengamat media menyebut bahwa dalam era digital, satu klip pendek bisa membentuk narasi negatif cepat sekali — tak peduli konteks ataupun suasana hati saat itu. Tuduhan terhadap Ari Lasso menjadi salah satu contoh bagaimana persepsi bisa diplintir lewat framing selektif.

Kini publik menunggu tanggapan resmi Ari sendiri. Apakah ia akan memberi klarifikasi, meminta maaf jika merasa bersalah, atau menegaskan ulang karakter aslinya? Di balik panasnya isu, nama besar dan rasa hormat masa lalu menjadi taruhan dalam kisah ini.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.