Debat Salafi – Aswaja, Ini Pesan MUI

oleh -

SEMANGATNEWS.COM – Persatuan umat yang merupakan agenda besar MUI dan ormas-ormas Islam dalam kurun waktu akhir-akhir ini tengah diguncang. Hal ini dipicu makin panasnya diskusi dan pro-kontra terhadap beberapa materi kajian Islam di media sosial. Perdebatan yang kian panas tersebut antara pihak yang menyebut kalangan mereka sebagai Salafi dengan kalangan yang mengklaim sebagai Aswaja.

Baca Juga:  Kota Payakumbuh Mulai Berlakukan Pemeriksaan Kartu Vaksin Pada Operasi Yustisi

Ketua MUI Payakumbuh Selatan, Ustadz H Hannan Putra Lc MA mengkhawatirkan jika perdebatan yang terjadi akan berpotensi merusak ukhuwah dan persatuan ummat. “Kami mengamati di medsos, diskusinya sudah tidak sehat. Bukan lagi didasarkan ilmu dan akhlaqul karimah, tapi saling sindir dan menjatuhkan,” papar beliau kepada tim pers selepas memberi ceramah di Masjid Babus Shiddiq Bonai, Rabu (3/11/2021).

Baca Juga:  Siapakah Yang Bertanggung Jawab? Tanah Negara Disulap Untuk Warung

Sebagaimana diketahui, sebelumnya sempat akan diselenggarakan diskusi terbuka di Pesantren Al-Manar Batu Hampar. Acara yang dijadwalkan Selasa (2/11/2021) tersebut dibatalkan setelah keluar larangan dan himbauan dari Kapolres Payakumbuh. Mengingat acara tersebut bisa berpotensi terjadinya konflik bahkan kekerasan fisik.

“MUI sudah berupaya mempertemukan ustadz di kedua pihak. MUI bersedia sebagai mediator. Dengan catatan tidak membawa massa dan tim media. Cukup beberapa orang saja di forum yang tertutup dan terbatas. Namun tampaknya kedua pihak sangat sibuk dengan agenda masing-masing,” papar beliau.

Baca Juga:  Wako Riza Falepi Pimpin Rakor Bersama Kepala OPD DI Lingkungan Pemko Payakumbuh

“Namun jika memfasilitasi debat terbuka untuk tontonan publik, jelas MUI tidak akan bersedia,” tambah beliau.

No More Posts Available.

No more pages to load.