Jakarta, Semangatnews.com – Gelombang demonstrasi yang dipicu persoalan biaya hidup di Prancis kembali memunculkan ketegangan. Aksi lanjutan pada Sabtu (24/10/2026) berakhir dengan hampir 1.000 orang ditangkap, meskipun pemerintah telah meningkatkan pengamanan untuk mencegah terulangnya kerusuhan besar pada pekan sebelumnya.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengungkapkan bahwa jumlah penangkapan tersebut tercatat selama aksi demonstrasi pada Sabtu. Angka itu menunjukkan bahwa situasi keamanan masih menjadi tantangan bagi pemerintah, terutama ketika sebagian massa terlibat bentrokan dengan petugas.
Nunez menuding kelompok ultra-kiri melakukan tindakan provokatif dengan melemparkan benda dan mengarahkan kembang api kepada polisi. Tindakan tersebut disebut menjadi salah satu pemicu bentrokan yang terjadi di sejumlah lokasi selama berlangsungnya aksi.
Dampak kericuhan tidak hanya terlihat dari banyaknya orang yang diamankan. Dua orang juga dilaporkan mengalami luka serius di Toulouse dan Clermont-Ferrand. Salah satu korban, seorang pria berusia 20 tahun di Toulouse, dikabarkan kehilangan jari akibat ledakan.
Pemerintah menilai bahwa pengamanan pada demonstrasi kali ini berhasil membatasi tingkat kerusakan dibandingkan aksi sebelumnya. Meski beberapa tempat usaha dilaporkan mengalami perusakan dan penjarahan, skalanya disebut lebih kecil daripada kerusuhan sepekan lalu.
Pada demonstrasi sebelumnya, ratusan toko menjadi sasaran perusakan dan penjarahan. Aparat juga mencatat ribuan penangkapan dalam gelombang aksi yang berkaitan dengan meningkatnya biaya hidup serta berbagai persoalan pelayanan publik.
Di Paris, aksi utama berlangsung relatif damai sebelum situasi berubah ketika demonstran mulai meninggalkan lokasi. Bentrokan antara sebagian massa dan polisi dilaporkan berlangsung selama kurang lebih dua jam. Aparat menyebut adanya kelompok radikal yang berada di bagian belakang barisan demonstrasi.
Untuk menghindari terulangnya kerusuhan, otoritas Prancis menyiagakan sekitar 70.000 personel kepolisian. Jumlah tersebut mencerminkan peningkatan pengamanan dibandingkan pekan sebelumnya, dengan perhatian khusus pada pusat perbelanjaan, kawasan bisnis, dan lokasi yang berpotensi menjadi titik bentrokan.
Langkah pengamanan juga dilakukan melalui pemeriksaan terhadap orang-orang yang dicurigai membawa benda berbahaya sebelum demonstrasi dimulai. Menurut Nunez, respons aparat yang lebih cepat dan perlindungan terhadap tempat usaha membantu mengendalikan situasi di sejumlah wilayah.
Presiden Emmanuel Macron turut menggelar rapat bersama dewan pertahanan yang dihadiri para menteri dan pejabat tinggi pemerintah. Koordinasi tersebut dilakukan ketika pemerintah berupaya menjaga ketertiban sekaligus menghadapi tekanan akibat demonstrasi yang kembali berlangsung secara nasional.
Walaupun kondisi pada Sabtu dinilai lebih terkendali dibandingkan pekan sebelumnya, pemerintah Prancis belum mengendurkan kewaspadaan. Aparat tetap disiagakan hingga Minggu untuk mengantisipasi kemungkinan kericuhan lanjutan, sementara perkembangan penangkapan dan dampak demonstrasi terus menjadi perhatian publik.(*)

