Jakarta, Semangatnews.com – Tuduhan bahwa Irish Bella diusir dari sebuah program acara televisi yang dipandu oleh Dewi Perssik menggegerkan publik setelah video klaim tersebut beredar luas di media sosial. Namun Dewi buru-buru membantah keras dan menyebut berita itu hoaks.
Menurut kuasa hukum Dewi, sejumlah akun penyebar konten viral itu sudah dikantongi dan akan dilaporkan ke kepolisian. Bukti berupa screenshot dan rekaman distribusi hoaks sudah dikumpulkan sebagai barang bukti.
Dewi menekankan, ketika Irish Bella pernah datang sebagai tamu — baik sendiri maupun bersama suami — tidak ada perlakuan tidak pantas maupun pengusiran. Semua tamu diperlakukan dengan hormat sebagaimana tamu undangan lainnya.
Ia pun mempertanyakan motif di balik penyebaran tuduhan itu. Menurutnya, video atau klaim tersebut sengaja dibuat untuk menjatuhkan nama baik dirinya. Untuk itu, Dewi memilih menempuh jalur hukum agar kasus ini bisa terungkap sebenar-benarnya.
Beberapa pihak, termasuk awak acara, menyebut bahwa mereka kaget melihat video viral tersebut. Mereka menegaskan bahwa tidak pernah terjadi pengusiran atau penolakan terhadap tamu — termasuk Irish Bella — selama program berlangsung.
Dewi mengaku lelah menghadapi tuduhan yang berulang dan kebohongan yang terus menyebar meskipun sudah diluruskan. Baginya, ini bukan soal pencemaran nama baik, tetapi juga soal tanggung jawab moral dan profesionalitas di dunia hiburan.
Ia juga menyampaikan bahwa tindakan hukum bukan semata untuk membela diri, tetapi juga sebagai bentuk peringatan: bahwa penyebaran hoaks tidak bisa dianggap enteng — ada konsekuensi hukum bagi siapa pun yang dengan sengaja menyebarkannya.
Sampai saat ini, laporan resmi ke polisi tengah dipersiapkan. Dewi bersama tim hukumnya berharap penyidik bisa bekerja cepat dan transparan untuk mengungkap sejauh mana penyebaran hoaks ini telah merugikannya.
Bagi publik, kasus ini menjadi contoh bahwa dalam era media sosial, kebenaran bisa cepat terdistorsi — dan figur publik selalu rentan menjadi sasaran rumor.
Kasus ini juga dinilai sebagai ujian bagi media dan penonton: sejauh mana mereka selektif dalam menerima informasi, dan apakah mereka bersedia menunggu klarifikasi resmi sebelum mengambil kesimpulan.
Dengan keberanian Dewi menghadapi hoaks secara terbuka, banyak pihak menaruh harap bahwa ini bisa menjadi momentum untuk mendorong tanggung jawab bersama — baik dari pengguna media sosial, media, maupun publik figur — dalam memerangi misinformasi.(*)
