Dhani Pette di Pandai Sikek: Ingin Maju, Jangan Tinggalkan Media

by

Dhani Pette di Pandai Sikek: Ingin Maju, Jangan Tinggalkan Media

SEMANGATNEWS.COM. Tanah Datar-  Sebuah karya bisa lahir dari desa, tumbuh dari kreativitas anak nagari, dan menyimpan potensi besar. Namun, tanpa ruang untuk dikenal, karya itu berisiko hanya berputar di lingkungan sendiri, tak pernah menjangkau pasar yang lebih luas.

Di tengah tantangan itulah Dhani ‘Pette’ Widjanarko, mantan manajer legendaris grup musik GIGI, menyampaikan pesan penting kepada puluhan pegiat musik dan seni di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

“Jika ingin maju dan berkembang, jangan tinggalkan media, rangkul media,” ujar Pette saat tampil sebagai pembicara utama dalam Bincang Kreatif Musik bertopik Membangun Desa Kreatif Berbasis Komunitas, Selasa (27/10/2026).

Pesan itu sederhana, tetapi mengandung pelajaran penting bagi pelaku ekonomi kreatif, terutama mereka yang tumbuh dari komunitas di pedesaan. Kreativitas bukan hanya tentang kemampuan menciptakan karya, melainkan juga tentang bagaimana karya tersebut diperkenalkan, dibangun identitasnya, dan dipertemukan dengan publik yang lebih luas.

Bagi Pette, media menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Karya yang baik membutuhkan kesempatan untuk dikenal, sementara pelaku kreatif memerlukan jangkauan yang memungkinkan gagasan dan hasil karyanya menembus batas geografis.

Di tengah persaingan industri kreatif yang semakin dinamis, kemampuan berkarya perlu berjalan beriringan dengan kemampuan membangun komunikasi dan jejaring. Sebab, potensi yang besar tidak selalu berbanding lurus dengan kesempatan untuk berkembang.

Pengalaman Pette di industri musik Indonesia memberinya perspektif panjang mengenai pentingnya membangun ekosistem di sekitar sebuah karya.

Pria yang dikenal dengan sapaan Pette itu memiliki pengalaman sebagai manajer, produser, dan promotor grup musik pada periode 1985–2016. Perjalanan panjang tersebut menjadi bekal ketika ia berbagi pengalaman dan gagasan dengan 49 pegiat musik dan seni yang mengikuti kegiatan di Pandai Sikek.

Di hadapan peserta, pembicaraan tidak hanya berkutat pada pertunjukan musik, tetapi juga membuka ruang untuk memahami bagaimana potensi kreatif dapat dikelola dan dikembangkan. Diskusi berlangsung interaktif, terutama ketika peserta memperoleh kesempatan mengajukan pertanyaan dan menggali pengalaman narasumber.

Pertemuan itu menjadi ruang belajar bagi para pelaku seni untuk melihat peluang dari sudut pandang yang lebih luas. Musik tidak semata-mata menjadi ekspresi artistik atau hiburan, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari kegiatan ekonomi yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Namun, mengembangkan potensi tersebut membutuhkan lebih dari sekadar bakat. Komunitas perlu membangun kerja sama, memperkuat manajemen, memperluas jejaring, dan mencari cara agar karya mereka mampu bertahan serta berkembang.

Pesan Pette tentang pentingnya merangkul media menjadi salah satu pijakan untuk memahami tantangan tersebut. Ketika karya memperoleh ruang pemberitaan dan dikenal lebih luas, peluang untuk membangun apresiasi publik, menjalin kolaborasi, serta menjangkau pasar baru pun dapat terbuka.

Menghidupkan Potensi Ekonomi Kreatif dari Nagari

Selain Dhani Pette, kegiatan tersebut menghadirkan Jhori Andela, S.Sn., M.Sn., dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang.

Bincang Kreatif Musik ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Pendekatan tersebut penting agar potensi yang tumbuh di tengah masyarakat memperoleh dukungan pengetahuan, keterampilan, dan jejaring untuk berkembang secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar, Inhendri Abas, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif tersebut.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyambut baik berbagai program yang bertujuan memajukan potensi daerah, memberikan motivasi kepada masyarakat, serta membuka peluang peningkatan ekonomi melalui workshop dan kegiatan pengembangan kapasitas lainnya.

Dukungan itu dinilai penting bagi daerah yang memiliki beragam potensi lokal. Dengan pendampingan dan kesempatan belajar, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan kekayaan yang dimiliki menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kepala Badan Ekonomi Kreatif Bidang Perencanaan dan Program Ekonomi Kreatif, Riwud Mujirahayu, mengatakan Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dukungan kepada kabupaten dan kota yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi kreatif.

Menurut Riwud, rangkaian kegiatan di Nagari Pandai Sikek memperlihatkan besarnya minat masyarakat untuk memajukan potensi ekonomi kreatif di daerahnya.

Selama dua hari, kegiatan yang dilaksanakan Kementerian Ekonomi Kreatif di Nagari Pandai Sikek berlangsung di tiga lokasi dengan materi yang berbeda. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku kreatif sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal.

Nagari Pandai Sikek sendiri telah dikenal luas melalui tradisi tenun dan ukirannya, di samping sektor pertanian yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Kekayaan tersebut menunjukkan bahwa desa memiliki modal penting untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang berpijak pada identitas lokal.

Tantangannya adalah bagaimana potensi itu tidak berhenti sebagai kebanggaan budaya, tetapi mampu berkembang menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Kreativitas Membutuhkan Ruang untuk Tumbuh

Antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut menjadi modal awal. Namun, pekerjaan yang lebih besar menanti setelah forum berakhir: bagaimana pengetahuan yang diperoleh diterapkan dan bagaimana komunitas menjaga semangat untuk terus berkembang.

Pengembangan desa kreatif tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan atau banyaknya peserta yang hadir. Keberhasilannya juga perlu dilihat dari kemampuan masyarakat membangun komunitas yang berkelanjutan, menciptakan karya, memperluas jejaring, dan membuka peluang ekonomi.

Dalam konteks itu, pesan Dhani Pette menjadi relevan. Kreativitas perlu disertai keberanian untuk membangun hubungan dengan berbagai pihak, termasuk media, agar karya anak nagari memperoleh ruang untuk tumbuh dan dikenal.

Dari Pandai Sikek, sebuah pelajaran mengemuka: potensi desa tidak seharusnya berhenti di batas geografis tempat ia dilahirkan.

Musik, seni, dan kreativitas dapat menjadi jalan untuk memperkenalkan identitas lokal kepada dunia yang lebih luas. Tetapi jalan itu membutuhkan kerja bersama, konsistensi, dan kemampuan membaca peluang.

Sebab, masa depan ekonomi kreatif bukan hanya tentang siapa yang paling berbakat menciptakan karya, melainkan juga tentang siapa yang mampu merawatnya, memperkenalkannya, dan mengubahnya menjadi kesempatan yang nyata bagi masyarakat.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.