Dialog Realita TV; Hentikan Wacana Presiden 3 Periode dan Amandemen UUD 1945

oleh -

Dialog Realita TV; Hentikan Wacana Presiden 3 Periode dan Amandemen UUD 1945

SEMANGATNEWS.COM-” Hentikan wacana presiden 3 periode. Stop wacana amandemen pasal 7 UUD 1945. Jangan bermimpi 3 periode, satu periode saja sudah pusing”. Itulah benang merah yang dapat ditarik dari dialog di Realita TV, Selasa 22/06 dengan nara sumber Prof.Dr. Tjipta Lesmana, Dr. Mulyadi dan Wartawan Senior Ilham Bintang dengan presenter Rahma Sarita.

Baca Juga:  Kapuspen Kemendagri : Struktur Biro Adpim Sumbar Sudah Bagus, Maksimalkanlah Peran dan Fungsinya

Wacana Presiden 3 periode yang digulirkan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, baru baru ini terus mendapat reaksi. Salah satunya adalah munculnya ulasan tulisan Wartawan Senior Ilham Bintang yang juga Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat.
Catatan IB dengan judul Awas Sound Bite “Presiden 3 Periode ” telah beredar luas di media online termasuk Semangatnews.com yang ditayangkan Senin, 21/06.

Selasa tanggal 22/06 kemarin Realita TV mengulas isu yang sama dengan judul “Setujukah Anda Jokowi 3 Periode?

Baca Juga:  Indahnya Berbagi, Bank Nagari Bantu Sapi Kurban untuk PWI Sumbar¬†

Pembicara pertama Prof.DR.Tjipta Lesmana dengan tegas menyatakan menolak dan itu sangat bertentangan dengan konstitusi UUD 1945 khususnya pasal 7 yang telah membatasi jabatan Presiden Indonesia hanya 2 kali dengan periode 5 tahunan.

Menurut Prof Tjipta Lesmana yang pakar komunikasi politik itu, Jokowi selaku presiden harus menyatakan secara resmi baik kepada publik maupun kepada partai pendukung, hentikan wacana presiden 3 periode, stop keinginan amandemen UUD 1945. Jangan biarkan wacana ini bergulir liar yang bisa mengganggu kondisi bangsa yang fokus menghadapi pandemi covid 19.

No More Posts Available.

No more pages to load.