Diaspora Indonesia di 12 Negara Gugat Presidential Threshold 20 Persen

oleh -

Diaspora Indonesia di 12 Negara Gugat Presidential Threshold 20 Persen

SEMANGATNEWS.COM- Gugatan terhadap ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen bergaung sampai ke luar negeri. Anggota diaspora Indonesia yang bergabung dalam kelompok diskusi Forum Tanah Air (FTA) secara resmi mengajukan gugatan judisial review ke Mahkamah Konstitusi agar ambang batas dihapus dijadikan nol persen.

Baca Juga:  Kemelut Keuangan di Masjid Mutatahirin Rawang Padang, Pengurus Akui Gunakan untuk Usaha

Diaspora Indonesia yang mengajukan judisial review (JR) tersebar di 12 negara di beberapa benua, mulai dari Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan Asia.

Juru bicara  pemohon Tata Kesantra mengatakan, ide pengajuan judicial review (JR) ini awalnya muncul dalam diskusi-diskusi kecil di Forum FTA. Kemudian dibahas lagi dalam diskusi akhir tahun dalam kaleideskop Hukum dan HAM bersama Refly Harun dan Haris Azhar.

Baca Juga:  SMSI Segera Bentuk Milenial Cyber Media (MCM) dan Menerbitkan Token Crypto

Diskusi berlanjut dalam Kaleideskop Politik bersama Rocky Gerung, Fadli Zon dan Mardani Ali Sera. ”Setelah itu saya hubungi Refly Harun untuk meminta arahan tentang pengajuan dari teman-teman FTA. Karena yang bisa mengajukan JR itu perseorangan atau badan hukum maka kami mengajukan atas nama perseorang secara bersama sama, karena FTA tidak berbadan hukum Indonesia,” kata Tata Kesantra melalui pesan singkat WhatsApp.

Baca Juga:  Presiden Pemuda Asia Afrika Temui Ketua Umum SMSI

Permohonan JR tersebut diajukan pada hari Jumat (31/12/2021) pukul 22.00 WIB. Kemudian dibuat dan ditandatangani oleh panitera MK pada hari Senin (3/1/2022) pukul 16.41 WIB.

No More Posts Available.

No more pages to load.