Dibalik Sukses Acara HUT SMKN 4 Padang Ada Mimpi dan Harapan

oleh -

Dibalik Sukses Acara HUT SMKN 4 Padang Ada Mimpi dan Harapan

Semangatnews.com, Padang – Dibalik sukses dan lancarnya pelaksanaan kegiatan HUT ke 54 SSRR/SMSR (SMKN 4 ) Padang (25 September 1965 -25 September 2019) sejak 23 s.d 25 September lalu yang telah dirancang dan didesain sedemikian rupa antara warga sekolah bekerjasama dengan para alumninya sejak akhir Juli 2019 tentulah tidak terlepas adanya kebersamaan semua lini tim panitia dimulai dari warga sekolah seperti guru, karyawan, siswa dan para alumninya yang sengaja meluangkan waktu di sela-sela melaksanakan tugas rutin sekolah.

Demikian disampaikan kepala SMKN 4 (SSRI/SMSR) Padang, Taharuddin, S.Pd, MM menanggapi hasil HUT sekolah ke 54 saat dijumpai di ruang kerjanya sekaitan masih adanya beberapa program HUT sekolah yang hingga kini masih dikerjakan panitia, diantaranya finalisasi melukis potret tokoh publik dan pelaporan serta rancangan nota kesepahaman antara sekolah dan sejumlah OPD Pemprov Sumbar, Selasa (8/10).

Menurut Taharuddin, sekolah sejak akhir Juli 2019 lalu telah membentuk tim panitia HUT ke 54 sekolah berbasis seni dan budaya itu di kampus SMKN 4 Padang, Cengkeh, Lubuk Begalung. Tim panitia terdiri dari guru, karyawan dan alumni yang selama ini peduli terhadap perkembangan sekolah, terutama berkaitan dengan kemajuan sekolah, baik secara internal maupun eksternal sekolah, termasuk berbagai pendekatan dengan semua pihak diantaranya dengan Dunia Usaha/Industri terkait, OPD Pemprov, alumni dan lainnya, ujar Taharuddin.

Untuk ulang ke 54 ini sekolah dan alumni dalam rapat terbuka menetapkan Zardi Syahrir, SH. MM (alumni jurusan seni lukis 1988) sebagai ketua umum, Jasrizal Rasyid, S.Pd, MM (guru dan alumni 1986) sebagai ketua I untuk urusan internal ke dalam.

Sementara sekretaris umum dipercayakan kepada Muharyadi, (alumni SMSR Th 1981) dan Mutiara Rani (karyawan yang juga alumni SMKN 4 Padang tahun 2013) sebagai sekretaris I dan dibantu sejumlah seksi-seksi seperti seksi pameran, seksi lomba, seksi melukis tokoh publik dan lainnya, ujar Taharuddin lagi.

Panitia yang terpilih dalam rapat terbuka ini merupakan ujung tombak HUT ke 54 SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang yang sejak panitia terbentuk, proses pelaksanaan kegiatan hingga pelaporan dimana mereka bekerja siang dan malam tanpa lelah. Zardi Syahrir, Muharyadi, Jasrizal Rasyid, Mutiara Rani dibantu seksi-seksi mulai dari mengolah program yang dituangkan dalam proposal kemudian diimplementasikan di lapangan, hingga melalukan audiensi ke Pemprov seperti Gubernur, Wakil Gubernur hingga sejumlah OPD dan BUMN, serta mengundang tamu untuk menghadiri kegiatan, bukan merupakan pekerjaan gampang. Namun dibalik sukses acara yang telah dilakukan terungkap mimpi dan harapan besar untuk semamgat memajukan sekolah, ujar Taharuddin lagi.

Zardi Syahrir, alumni yang merangkap sebagai ketua umum panitia saat dimintai komentarnya perihal konsep HUT sekolah sebagai almamaternya, menyebutkan, sebagai alumni saya punya beban psikis dan moral bersama-sama teman alumni lain dan didukung kepengurusan alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang se Indonesia dibawah komando Yusman sebagai ketua umum dan Muharyadi sekretaris umum.

Namun sejak sekolah ini berganti nama menjadi SMK yang seharusnya tidak terjadi, marwah sekolah tidak lagi muncul. Karena orang beranggapan pergantian nama sebelumnya menjadi SMK itu dianggap sebagai bentuk standarisasi sama saja semua SMK, hingga masyarakat menganggap semua SMK itu sama saja, padahal itu tidak benar.

Kita tetap tradisi sekolah senirupa Padang. menyemai benih perupa dari ranah minang Sumatera Barat untuk Indonesia menjadi semangat bersekolah dari generasi ke generasi, jelas Zardi Syahrir.

Bagi kami semua terutama para alumni yang ada di seantro nusantara bahkan di sejumlah negara lain, menginginkan bagaimana marwah sekolah seperti SSRI/SMSR Negeri Padang yang cuma ada ada tiga di Indonesia, diluar Jogjakarta dan Bali itu bisa bangkit dan bisa bersinar kembali sebagai salah satu sekolah menjadi embrio pelestari nilai-nilai budaya yang nantinya akan menghasilkan tamatan menjadi pekerja atau seniman kreatif dengan tidak mengabaikan perkembangan dan kemajuan zaman yang kian mengglobal. Lihat berapa banyak alumni kita dulunya menjadi seniman sukses, pekerja industri kreatif dan berbagai sektor lainnya, ujar Zardi menambahkan.

Sementara sekretaris umum, Muharyadi didampingi ketua I Jasrizal Rasyid ditemui dalam waktu bersamaan dimintai pendapatnya perihal konsep yang melatabelakangi kegiatan yang dirancangnya bersama-sama panitia dan sekolah, menyebutkan, kegiatan HUT kali ini ia lebih melihat berbagai potensi dan kompetensi yang ada di sekolah diantaranya seni rupa dan industri kreatif dalam tatanan pendidikan menengah.

Mengingat sekolah sejak didirikan 25 September 1965 berdasarkan surat keputusan Pemerintah cq Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan nomor surat : 181/1965 Tanggal 25 September 1965 dan ditandatangani, Ny. Artati Marzuki Sudirjo adalah salah satu Sekolah Menengah dengan basis kebudayaan bidang Seni Rupa di tanah air merupakan satu diantara tiga sekolah berbasis seni budaya di Indonesia, selain Yogyakarta dan Bali saat itu.

Sejumlah kegiatan yang dirancang dan dirumuskan dalam bentuk proposal itu menjadi instrumen, bagaimana sekolah dan keluarga besar yang ada di dalamnya dapat bekerjasama secara utuh dan digit guna memperkuat serta percepatan program pemprov Sumatera Barat, baik di bidang kebudayaan, seni rupa, pariwisata, Koperasi dan UMKM di Sumatera Barat.

Mengingat banyak lulusan sekolah berprofesi sebagai seniman, pekerja seni rupa dan industri kreatif, terutama para lulusannya di berbagai daerah di nusantara, ujar Muharyadi. (FR).