SEMANGATNEW.COM – Setiap akhir pekan, masyarakat Kota Payakumbuh merasa resah akibat adanya aksi balap liar yang dilakukan oleh sejumlah pemuda. Aksi anak-anak itu sudah tidak menjadi hal baru lagi mengingat jalan di pusat Kota Randang memang bagus, tidak berlobang, dan bergelombang.
Marak juga terkadang aksi kejar-kejaran mereka dengan aparat hukum karena aksi ini dengan jelas melanggar Peraturan Daerah Kota Payakumbuh tentang ketertiban umum.
Media kemudian mencoba mencari tahu, apa yang melatar belakangi anak-anak tersebut melakukan aksi balap liar yang sebetulnya beresiko besar terhadap keselamatan mereka di jalan.
Dari hasil wawancara salahsatu pembalap liar yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (2/10) malam, kepada media menyampaikan mereka sebenarnya tidak ada niat untuk balapan di jalan umum, mereka lebih suka memilik trek balapan, itu bila ada.
“Semenjak pandemi, hobi kami tidak terlampiaskan, jadi aksi balap liar lah tempat kami melepaskan hobi, ditambah, biasanya kami penghobi balapan road race bisa melakukan latihan di terminal, namun kini sudah tidak diperbolehkan lagi,” tambahnya.
Ada beberapa aspirasi, keinginan besar penghobi olahraga balapan sepeda motor kepada Wali Kota Riza Falepi untuk bisa mengizinkan kembali ajang balap motor, karena balapan motor termasuk olahraga yang dipertandingkan hingga internasional. Mereka juga menyadari, memang bakal resah masyarakat dengan balap liar, tetapi saat ini mereka melihat pemko sedang giat membangun sarana olah raga.
Mereka berharap apakah wali kota ada berencana membangun sirkuit permanen untuk pembalap motor.
“Jangan hanya olahraga seperti basket, voli, futsal, takraw, sepak bola, skateboard, dan panahan saja yang disediakan atau dibuatkan tempat untuk bermain pak, kami juga penghobi balap motor butuh tempat mengasah kemampuan dan hobi kami mengendarai kuda besi,” pungkasnya. (ARYA)
