Jakarta, Semangatnews.com – Gangguan besar terjadi pada layanan KRL Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung pada Senin sore setelah jaringan listrik aliran atas tersambar petir. Insiden ini menyebabkan perjalanan kereta terganggu dan memicu kepadatan penumpang di sejumlah stasiun.
Dampak paling terasa terjadi di Stasiun Tanah Abang, di mana penumpang menumpuk hingga ke area jembatan penghubung antarperon. Kondisi tersebut memaksa petugas melakukan penutupan sementara pada peron arah Rangkasbitung.
Sejumlah penumpang mengaku harus mengantre panjang akibat gangguan tersebut. Kepadatan terjadi karena banyak perjalanan kereta yang tertahan atau dibatasi operasionalnya.
Gangguan ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, bertepatan dengan jam pulang kerja. Situasi ini membuat lonjakan penumpang semakin sulit dikendalikan di lapangan.
Pihak KAI Commuter menjelaskan bahwa penyebab utama gangguan adalah sambaran petir yang mengenai jaringan listrik aliran atas di lintasan.
Akibatnya, sejumlah perjalanan harus direkayasa untuk mengurangi dampak gangguan. Kereta dari arah Rangkasbitung hanya dapat beroperasi hingga Stasiun Serpong.
Sementara itu, perjalanan dari arah Tanah Abang dibatasi hanya sampai Stasiun Kebayoran sebelum diputar balik.
Selain penumpukan di stasiun, sebagian penumpang juga sempat terjebak di dalam rangkaian kereta saat listrik padam. Kondisi tersebut membuat suasana di dalam gerbong menjadi pengap.
Beberapa penumpang memilih turun dan melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain. Hal ini menambah kepadatan di area sekitar stasiun.
Petugas di lapangan berupaya mengatur arus penumpang serta memastikan keselamatan selama proses penanganan gangguan berlangsung. Imbauan juga diberikan agar penumpang tetap mengikuti arahan petugas.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan sistem transportasi terhadap faktor cuaca ekstrem. Hingga kini, proses perbaikan masih dilakukan agar layanan dapat kembali normal.(*)

