Disbud Provinsi Sumbar Tinjau Potensi Bangunan Bernilai Sejarah Dan Cagar Budaya Payakumbuh

oleh -

Semangatnews Payakumbuh – Untuk meninjau langsung ke lapangan bangunan yang bernilai sejarah dan diduga cagar budaya di Payakumbuh, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Dra. Gemala Ranti, M.Si bersama Kepala Bidangnya datang ke Kota Payakumbuh, Selasa (8/9).

Kehadiran pejabat dari OPD Provinsi itu disambut oleh Plt. Kadisparpora Kota Payakumbuh Andiko Jumarel di Kantor Disparpora Kota Payakumbuh bersama Sekretaris Hadiatul Rahmat dan Kabid Kebudayaan Doni Saputra.

Kunjungan tersebut juga sekaligus dalam rangka bersilaturahmi dan melaksanakan tugas kedinasan sesuai program kerja dan kegiatan dinas.

Gemala Ranti menyampaikan di banyak kesempatan, tokoh masyarakat Payakumbuh meminta perhatian tentang banyaknya bangunan bernilai di Payakumbuh untuk menjadi cagar budaya.

“Kita merepon langsung harapan masyarakat ini, makanya sengaja kami datang,” ujar Gemala.

Banyak usulan pertanda masyarakat peduli tentang arti penting nilai budaya, untuk itu perlu kerjasama yang kuat antara pemerintah Kota dengan Provinsi. Salah satunya adalah penetapan bangunan cagar budaya yang menjadi kewenangan Provinsi berada di daerah. Setelah kajian Tim Ahli nantinya akan direkomendasikan untuk dibuatkan keputusan oleh Kepala Daerah.

Sampai saat sekarang sudah ada 27 bangunan diduga cagar budaya yang terigestrasi nasional berada di Kota Payakumbuh. Bangunan ini sudah di data Kantor BPCB Batusangkar sejak tahun 2007, namun belum ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya. Ada beberapa langkah lagi yang diperlukan diantaranya kajian tenaga ahli dan kajian akademis. Kelengkapan administrasi akan dipenuhi oleh tim pendaftaran sampai lahirnya keputusan Kepala Daerah.

Rombongan hari ini menuju Masjid Tua Koto Nan Ampek disambut pengurus mesjid langsung di lokasi. Setelah memandang kasat mata sekeliling dan bagian dalam mesjid dilakukan wawancara seputaran sejarah mesjid yang sudah berumur ratusan tahun ini.