Padang Panjang, Semangatnews.com – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperdakop UKM) Kota Padang Panjang terus mendorong pengembangan usaha mikro, termasuk bagi kelompok perempuan. Salah satunya, Kelompok Wanita Tani (KWT) Bakti Nagari, mendapat pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk dan kelengkapan legalitas usahanya, Rabu (12/11).
Tim Disperdakop UKM memberikan arahan terkait pengemasan, desain merek, standar mutu, serta administrasi penting seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Kepala Bidang Perdagangan Disperdakop UKM, Azani Maizuar, menekankan bahwa pembinaan ini penting agar produk lokal dapat bersaing di pasar lebih luas.
“Pelaku UMKM, khususnya KWT, harus memiliki produk berkualitas sekaligus legalitas usaha yang lengkap. Ini menjadi syarat agar mereka bisa masuk ke pasar modern dan bekerja sama dengan perusahaan besar,” ujar Azani.
Selama dua tahun berdiri, KWT Bakti Nagari telah menghasilkan beragam produk unggulan, mulai dari keripik bayam Brazil, bawang goreng, hingga olahan kentang dan pepaya. Ketua KWT, Adra Yustin, menyebut keripik bayam Brazil menjadi produk yang paling diminati karena kualitas dan rasa yang unik.
Selain itu, anggota KWT, Annisa, juga meneruskan usaha keluarganya, Annisa Chip and Cookies, yang telah berdiri sejak 1995. Produk yang dihasilkan kini meliputi serundeng jangek, stik keju, keripik kentang, keripik pisang, dan yoghurt, dengan resep tradisional yang dikombinasikan dengan selera pasar modern.
Azani menambahkan, KWT Bakti Nagari tengah menyiapkan diri untuk menjalin kerja sama dengan Budiman Group. Namun, sebelum dapat bekerja sama, kelompok harus melengkapi semua persyaratan administrasi dan legalitas.
Dengan dukungan Pemerintah Kota dan semangat anggotanya, KWT Bakti Nagari diharapkan menjadi role model bagi kelompok perempuan lain dalam mengembangkan produk pangan lokal di Padang Panjang.(eti)
