Distribusi Program MBG Dikebut, Pemerintah Pastikan Makanan Siswa Tetap Segar dan Bergizi

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah, menyusul adanya sejumlah kendala di lapangan terkait ketepatan waktu distribusi dan kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa penerima manfaat program tersebut.

Langkah pemantauan langsung dilakukan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, yang meninjau proses penyajian dan pengantaran makanan dari dapur produksi ke sekolah-sekolah untuk memastikan bahwa setiap paket makanan yang diterima siswa tetap dalam kondisi fresh, bersih, dan layak konsumsi sesuai standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Dalam tinjauannya, Wali Kota menegaskan pentingnya disiplin waktu dalam penyaluran MBG karena makanan yang bergizi tinggi akan kehilangan kualitasnya jika terlambat dikonsumsi, sementara siswa diharapkan bisa menikmati hidangan sehat tersebut pada jam istirahat agar energi mereka tetap terjaga sepanjang hari belajar.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari inisiatif nasional yang menargetkan pemenuhan gizi anak sekolah dasar dan menengah, sekaligus upaya menekan angka stunting melalui pola makan sehat sejak dini dengan menu yang disusun oleh ahli gizi dan disesuaikan dengan kebutuhan harian anak usia sekolah.

Namun demikian, laporan dari beberapa sekolah menunjukkan masih ada kendala teknis, terutama dalam hal pengiriman makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang harus menempuh jarak cukup jauh dan memerlukan sistem logistik yang lebih efisien agar tidak terjadi keterlambatan seperti yang sebelumnya sempat dikeluhkan oleh guru dan orang tua siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto menjelaskan bahwa koordinasi dengan penyedia jasa logistik kini diperketat, termasuk penggunaan kendaraan dengan sistem pendingin untuk menjaga suhu makanan tetap stabil selama perjalanan hingga ke tangan siswa di berbagai sekolah penerima MBG.

Pemerintah kota juga melakukan evaluasi harian terhadap waktu pengantaran dan kondisi makanan di lapangan, serta membuka kanal aduan khusus bagi sekolah yang mengalami kendala agar penyelesaian masalah bisa dilakukan cepat tanpa mengganggu jadwal kegiatan belajar mengajar.

Selain memastikan kelancaran distribusi, Wali Kota juga menyoroti pentingnya peran guru dalam mengawasi konsumsi makanan MBG di sekolah, mengingat anak-anak perlu diarahkan untuk menghabiskan porsi makanannya agar manfaat program ini tidak terbuang percuma.

Hingga saat ini, sekitar 57 persen dari total 38.400 siswa di Mojokerto telah menerima manfaat MBG, dan pemerintah menargetkan cakupan penuh di seluruh sekolah negeri sebelum akhir tahun ajaran, dengan penambahan dapur produksi baru di beberapa titik strategis.

Melalui pengawasan ketat dan evaluasi menyeluruh, Pemkot Mojokerto berkomitmen menjadikan program MBG tidak hanya sebagai agenda simbolik, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian negara dalam memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan asupan bergizi yang layak setiap harinya.

Langkah cepat, evaluasi berkelanjutan, dan sinergi antarinstansi diharapkan mampu menjadikan Mojokerto sebagai contoh keberhasilan penerapan program MBG yang bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi juga menanamkan budaya hidup sehat dan disiplin gizi di kalangan pelajar.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.