Jakarta, Semangatnews.com – Kementerian Kesehatan baru-baru ini merilis data mengejutkan: Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati posisi teratas sebagai provinsi dengan prevalensi penyakit jantung tertinggi. Angkanya mencapai sekitar 1,67 persen dari total populasi.
Di peringkat kedua, berada Papua Tengah dengan angka 1,65 persen, sedangkan DKI Jakarta menempati posisi ketiga dengan prevalensi 1,56 persen. Semua provinsi ini berada jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 0,85 persen.
Di bawah ketiganya muncul Jawa Barat (1,18 %), Kalimantan Timur (1,08 %), dan Bali (1,00 %). Kemudian menyusul provinsi lain seperti Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Jawa Timur, dan Sumatera Barat.
Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, sebagian besar kasus merupakan penyakit jantung koroner. Penyebabnya antara lain faktor genetik, gaya hidup tidak sehat, dan kondisi lingkungan.
Ia mengingatkan bahwa kematian akibat penyakit jantung masih tinggi karena banyak pasien terlambat terdiagnosis. Deteksi dini lewat pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sangat penting.
Dalam catatan Kemenkes, penyakit jantung mendominasi beban pembiayaan BPJS Kesehatan, dengan lebih dari 70 persen utilisasi.
Dokter juga menyampaikan keprihatinan: tren penyakit jantung kini makin muda. Pasien usia 30-an pun sudah ada yang membutuhkan intervensi seperti ring jantung.
Untuk merespons ini, pemerintah mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Pesan lain yang digencarkan adalah hidup sehat: berhenti merokok, makan seimbang, olahraga teratur, dan manajemen stres. Semua itu bisa menekan risiko penyakit jantung.
Pihak Kemenkes berharap agar setiap daerah meningkatkan program edukasi dan deteksi dini, khususnya di daerah yang prevalensinya tinggi.
Dengan meningkatnya kesadaran dan tindakan preventif, harapannya angka kasus dan kematian akibat penyakit jantung bisa ditekan dalam kurun waktu mendatang.(*)
