Jakarta, Semangatnews.com – Sekolah‑sekolah di Provinsi DKI Jakarta kini didorong untuk mengadakan pembiasaan literasi harian yang dimulai dengan menulis tangan selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai.
Kepala Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian Bidang SD di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Astin Julaikhan, mengatakan bahwa pembiasaan literasi tidak hanya membaca buku, tetapi juga aktivitas menulis dengan pena dan kertas.
Menurut Astin, kemampuan menulis tangan sekarang mulai jarang di kalangan siswa karena lebih banyak memakai perangkat digital atau mengetik, sehingga kegiatan ini diharapkan bisa mengembalikan kebiasaan menulis manual.
Surat Edaran dari Disdik DKI telah diterbitkan sebagai landasan pelaksanaan, di mana disebutkan bahwa sebelum pembelajaran rutin, siswa diharapkan melakukan literasi seperti menulis tangan, membaca atau bercerita.
Lebih dari sekadar kebiasaan teknis, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membangun karakter, ketekunan, dan fokus siswa sejak awal pembelajaran di masing‑masing kelas.
Sebuah riset di Jakarta yang melibatkan ribuan siswa menunjukkan bahwa kebiasaan menulis tangan secara rutin bisa meningkatkan kemampuan literasi dan berpikir kritis mereka. Dalam penelitian tersebut, 81 persen siswa menunjukkan peningkatan setelah rutin menulis tangan.
Para pengajar di beberapa sekolah dasar menyatakan bahwa setelah menerapkan program ini, suasana kelas menjadi lebih tenang dan siswa lebih siap menghadapi pelajaran—karena mereka telah “dipanaskan” lewat aktivitas menulis.
Di sisi lain, beberapa guru mengingatkan bahwa untuk efektif, menulis tangan harus didesain secara kontekstual—misalnya menulis pengalaman sehari‑hari atau refleksi pribadi—agar aktivitas ini tidak terasa sebagai beban semata.
Orang tua pun dilibatkan; sekolah mendorong agar aktivitas menulis di kelas bisa dilanjutkan di rumah untuk memperkuat kebiasaan dan memperkuat sinergi antara lingkungan sekolah dan keluarga.
Dengan kebijakan ini, Dinas Pendidikan DKI berharap sekolah‑sekolah Jakarta bisa menjadi pionir dalam pembiasaan literasi yang melibatkan menulis tangan sebagai salah satu kunci keberhasilan belajar, dan agar metode ini bisa diadopsi ke jenjang berikutnya.(*)
