Jakarta, Semangatnews.com – Warga Cali, Kolombia, berkumpul di penampungan darurat Chiminangos untuk menggelar doa bersama bagi para korban gempa. Lilin dinyalakan satu per satu dalam suasana penuh kesedihan sekaligus harapan.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang meninggal dunia akibat bencana. Warga juga mendoakan keselamatan orang-orang yang hingga kini masih dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Deretan lilin yang menyala memberikan cahaya di tengah suasana penampungan darurat. Wajah-wajah warga tampak dipenuhi kesedihan saat mereka mengikuti rangkaian doa untuk para korban.
Kehadiran warga secara bersama-sama menjadi bentuk dukungan kepada keluarga korban. Mereka saling menguatkan sembari berharap proses evakuasi dapat segera membawa kabar baik bagi mereka yang masih dinyatakan hilang.
Momen tersebut juga diikuti anak-anak. Salah seorang anak laki-laki tampak memegang lilin saat mengikuti doa bersama, memperlihatkan bagaimana tragedi gempa membawa kesedihan bagi seluruh masyarakat.
Bagi warga yang hadir, lilin menjadi simbol harapan yang terus dijaga. Mereka berharap tim penyelamat dapat menemukan korban yang masih tertimbun dan memberikan kesempatan kepada keluarga untuk kembali berkumpul.
Kegiatan doa berlangsung di tengah proses penanganan bencana yang masih berjalan. Tim penyelamat terus menghadapi tantangan untuk mencari korban di antara bangunan yang rusak akibat guncangan gempa.
Tragedi tersebut juga menimbulkan duka mendalam di Bahía Solano. Putra Wali Kota Bahía Solano, Mateo Valencia yang berusia enam tahun, termasuk korban meninggal setelah rumah yang ditempatinya runtuh akibat gempa.
Puluhan warga di Bahía Solano sebelumnya juga menyalakan lilin dan berdoa untuk mengenang Mateo sekaligus memberikan dukungan kepada keluarganya. Wilayah tersebut disebut berada dekat dengan pusat gempa sehingga mengalami dampak yang cukup besar.
Pemerintah Kolombia telah menetapkan status bencana nasional setelah gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang negara tersebut. Jumlah korban meninggal juga terus menjadi perhatian seiring proses pencarian dan penanganan dampak bencana.
Di tengah tragedi tersebut, aksi warga Cali menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat. Nyala lilin dan doa bersama menjadi pengingat bahwa di tengah kehilangan yang mendalam, harapan untuk menemukan korban yang masih terjebak tetap dipertahankan.(*)

