Dolar AS Masih Jadi Tekanan, Rupiah Senin Ini Diproyeksi di Rp17.700-Rp17.800

by

Jakarta, Semangatnews.com – Rupiah kembali menghadapi tekanan terhadap dolar Amerika Serikat pada awal perdagangan pekan ini. Investor masih mencermati perkembangan pasar global yang membuat pergerakan mata uang Garuda berpotensi berlangsung dinamis.

Pada perdagangan Jumat, 18 September 2026, rupiah ditutup di level Rp17.758 per dolar AS. Posisi tersebut mencerminkan pelemahan sebesar lima poin atau 0,03 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi bergerak terbatas pada perdagangan Senin. Berdasarkan analisisnya, mata uang Garuda diperkirakan berada dalam kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah agenda Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Pertemuan tersebut dinantikan karena investor ingin melihat arah kebijakan suku bunga bank sentral di tengah tekanan eksternal terhadap rupiah.

Pasar memperkirakan Bank Indonesia masih akan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya. Ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi strategi investor di pasar keuangan domestik.

Selain kebijakan BI, pergerakan dolar AS juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat. Perubahan ekspektasi mengenai arah suku bunga The Fed dapat mendorong perubahan arus dana ke berbagai pasar keuangan dunia.

Kondisi geopolitik juga menjadi perhatian karena ketegangan di kawasan Timur Tengah dapat berdampak terhadap harga energi. Kenaikan harga minyak mentah berpotensi meningkatkan biaya impor energi sekaligus memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara pengimpor.

Bank Indonesia menyebut pelemahan rupiah belakangan ini dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan kebutuhan valuta asing di dalam negeri. Tingginya permintaan valas dari importir serta arus dana keluar dari aset portofolio domestik turut menjadi faktor yang diperhatikan.

Pergerakan mata uang Asia juga berlangsung beragam. Pada akhir pekan sebelumnya, yen Jepang, won Korea Selatan, dolar Singapura, peso Filipina, dan baht Thailand tercatat melemah, sementara beberapa mata uang Asia lainnya justru menguat terhadap dolar AS.

Memasuki Senin pagi, tekanan terhadap rupiah masih terlihat. Data perdagangan yang dikutip ANTARA menunjukkan rupiah melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp17.783 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Perkembangan rupiah selanjutnya akan ditentukan oleh kombinasi sentimen global, kondisi pasar minyak, arah kebijakan The Fed, serta keputusan Bank Indonesia. Investor pun masih mencermati setiap perkembangan sebelum menentukan langkah di pasar valuta asing.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.