Dolar AS Naik Lagi, Rupiah Melemah ke Rp17.847: Pasar Menanti Sikap Bank Indonesia

by

Jakarta, Semangatnews.com – Rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Mata uang Garuda kehilangan sebagian penguatannya setelah sehari sebelumnya mampu mencatat kenaikan di pasar spot.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah berada di level sekitar Rp17.847 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan pelemahan sekitar 49 poin atau 0,28 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan perdagangan Senin. Saat itu, rupiah di pasar spot justru mampu menguat 0,16 persen menjadi Rp17.798 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.

Perubahan arah rupiah mencerminkan tingginya kehati-hatian pelaku pasar. Investor masih memperhitungkan sejumlah risiko eksternal sekaligus menunggu perkembangan kebijakan ekonomi yang dapat memengaruhi pasar keuangan domestik.

Sementara itu, Bank Indonesia mencatat nilai JISDOR pada Selasa berada di level Rp17.856 per dolar AS. Nilai tersebut menjadi referensi penting dalam melihat perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang Amerika Serikat.

JISDOR pada 14 Agustus sebelumnya berada di level Rp17.836 per dolar AS. Dengan demikian, kurs referensi rupiah juga menunjukkan pergerakan melemah dalam beberapa hari perdagangan terakhir.

Dari sisi global, pasar masih dibayangi perkembangan konflik dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset yang dianggap lebih aman sekaligus memengaruhi harga sejumlah komoditas utama.

Harga minyak mentah menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian. Kenaikan harga minyak hingga berada di atas US$83 per barel dinilai ikut memberikan tekanan terhadap rupiah pada perdagangan Selasa.

Di tengah kondisi tersebut, perhatian investor domestik tertuju pada Bank Indonesia. Bank sentral tengah menjalankan pertemuan kebijakan selama dua hari dan keputusan mengenai suku bunga dijadwalkan menjadi salah satu pengumuman penting pada Rabu.

Keputusan tersebut dinilai berpotensi memberikan arah baru bagi pasar valuta asing. Pelaku pasar akan mencermati sinyal kebijakan Bank Indonesia, terutama berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal.

Sebelumnya, pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS sempat memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat. Namun, sentimen tersebut kembali berubah sehingga rupiah harus menghadapi tekanan pada awal perdagangan Selasa.

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan sangat sensitif terhadap perkembangan global dan keputusan kebijakan dalam negeri. Posisi rupiah di kisaran Rp17.800-an membuat investor perlu mencermati perkembangan pasar secara ketat, terutama menjelang pengumuman kebijakan Bank Indonesia.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.